TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple tengah menyiapkan jajaran produk paling ambisius dalam sejarah perusahaan sepanjang 2026, dan bocoran terperinci dari reporter paling tepercaya di industri teknologi kini mengonfirmasi hal itu. Mark Gurman dari Bloomberg, dalam edisi terbaru newsletter Power On yang dirilis Minggu (8/3), menguraikan peta jalan produk Apple yang mencakup setidaknya satu desain laptop revolusioner, pembaruan desktop kelas atas, hingga pergeseran besar menuju perangkat “Ultra” lintas kategori — sebuah sinyal bahwa Apple tidak hanya menyempurnakan produk lama, tetapi sedang mendefinisikan ulang seluruh lini komputasinya.
Kejutan terbesar dalam laporan Gurman adalah konfirmasi kehadiran perangkat yang kemungkinan besar akan bernama “MacBook Ultra” — laptop pertama Apple yang menggabungkan layar OLED dengan teknologi touchscreen, sesuatu yang selama ini tak pernah ada dalam sejarah Mac. Perangkat ini dijadwalkan tiba menjelang akhir 2026 dan akan ditenagai chip M6 generasi terbaru, menjadikannya produk Mac paling canggih yang pernah dirilis perusahaan asal Cupertino itu. Langkah ini sekaligus menandai babak baru persaingan Apple dengan produsen laptop Windows premium seperti Dell XPS dan Samsung Galaxy Book yang sudah lebih dulu mengadopsi layar sentuh.
“Redesigned MacBook Pro models with an OLED touch screen should be hitting toward the end of 2026,” tulis Gurman dalam newsletternya, seraya menambahkan bahwa ini mewakili “perubahan yang cukup signifikan untuk akhirnya menggerakkan jarum” bagi pengguna yang selama ini enggan melakukan upgrade.
Sebelum MacBook Ultra tiba, Apple dikonfirmasi akan lebih dulu menyegarkan lini desktop profesionalnya. Mac Studio dengan chip M5 Max dan M5 Ultra dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026 — kemungkinan besar antara bulan Maret hingga Juni — meneruskan posisinya sebagai workstation meja paling bertenaga di ekosistem Apple. Berbeda dari pendahulunya yang secara kontroversial memadukan chip M4 Max dengan M3 Ultra lintas generasi, pembaruan kali ini diharapkan membawa keselarasan arsitektur penuh. Dari sisi spesifikasi, M5 Max diprediksi hadir dengan RAM terpadu mulai 36GB, sementara M5 Ultra menawarkan 96GB, dengan opsi penyimpanan yang bisa menembus 8TB hingga 16TB. Harga Mac Studio saat ini dimulai dari USD 1.999 atau sekitar Rp 32,7 juta untuk varian M5 Max, dan USD 3.999 atau sekitar Rp 65,4 juta untuk varian M5 Ultra — meski tarif impor baru AS dikhawatirkan bisa mendorong angka tersebut lebih tinggi saat produk akhirnya tiba di rak.
Gurman juga menyebutkan bahwa iMac akan mendapatkan pembaruan palet warna untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, sebuah langkah yang secara estetis cukup berarti mengingat identitas visual iMac selama ini sangat melekat pada warna-warna khasnya. Mac mini turut masuk dalam daftar pembaruan dengan kemungkinan chip M5 dan M5 Pro, meski desain fisiknya disebut Gurman “akan terlihat identik dengan iterasi saat ini.” Di sisi lain, iPad murah dengan dukungan Apple Intelligence yang berbasis chip A18 juga sedang dalam pengembangan, memperluas jangkauan kecerdasan buatan Apple ke segmen pengguna yang lebih luas dan sensitif terhadap harga.
“Apple is planning to launch at least three new Ultra-class devices this year,” ungkap Gurman, mengindikasikan bahwa strategi perusahaan kini secara sadar bergeser untuk mempertebal lini high-end sebagai penyeimbang terhadap segmen entry-level yang belakangan mulai digarap dengan kehadiran MacBook Neo seharga USD 599 (sekitar Rp 9,8 juta).
Yang tidak kalah menarik, Gurman mengonfirmasi bahwa perangkat rumah pintar baru juga sedang dalam proses pengembangan — memperkuat spekulasi bahwa Apple tengah memperluas ekosistemnya melampaui iPhone, Mac, dan iPad ke ranah smart home yang selama ini masih menjadi ladang dominasi Google dan Amazon. Tak ada detail teknis yang disebutkan, namun penyebutan eksplisit dalam konteks roadmap 2026 menunjukkan bahwa produk ini bisa saja hadir dalam rentang tahun yang sama.
Secara keseluruhan, 2026 tampak seperti tahun di mana Apple melakukan taruhan besar di hampir semua lini sekaligus — dari laptop touchscreen pertama, desktop bertenaga chip generasi terbaru, hingga ekspansi ke perangkat rumah pintar. Pertanyaan kini bukan lagi apakah Apple akan mengubah pasar, melainkan seberapa besar guncangan yang akan ditimbulkannya ketika semua produk itu benar-benar diluncurkan.