15 February 2026, 17:34

Diresmikan Pilar dan Wamenkes, Pos Kesehatan Merah Putih di Pasar Ciputat Buka Akses Cek Gratis untuk Warga

Fasilitas ini menjadi bagian dari program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
884
Diresmikan Pilar dan Wamenkes, Pos Kesehatan Merah Putih di Pasar Ciputat Buka Akses Cek Gratis untuk Warga
Pos Kesehatan Merah Putih Permudah Warga Berobat Gratis

TANGSEL, Perspektif.co.id - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih di kawasan Pasar Ciputat, Sabtu (14/02/2026). Fasilitas ini menjadi bagian dari program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Peresmian yang berlangsung di Jalan H. Usman tersebut menandai langkah konkret pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di pusat aktivitas ekonomi.

Dalam sambutannya, Pilar menyampaikan apresiasi atas hadirnya Pos Kesehatan Merah Putih di salah satu kawasan strategis di Tangsel. Menurutnya, keberadaan pos kesehatan di area perniagaan yang telah berdiri sejak sebelum kemerdekaan itu akan memudahkan pedagang maupun warga sekitar untuk mengakses layanan medis.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas program luar biasa ini. Pos Kesehatan Merah Putih menjadi bentuk nyata bagaimana layanan kesehatan bisa semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Pilar.

Ia menjelaskan, Pasar Ciputat merupakan salah satu pusat ekonomi tertua di wilayah tersebut. Pemerintah Kota Tangsel bersama DPRD terus melakukan pembenahan kawasan agar semakin tertata, nyaman, sekaligus dilengkapi fasilitas publik yang memadai, termasuk layanan kesehatan.

Pilar juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemkot Tangsel telah menjalankan program layanan kesehatan keliling bertajuk “Ngider Sehat”. Program itu menghadirkan tenaga kesehatan yang menyambangi rumah warga setiap hari di satu kelurahan menggunakan dua sepeda motor yang diisi tenaga medis dan dokter.

“Selain pos kesehatan, kami sudah punya program Ngider Sehat. Setiap hari ada tenaga kesehatan yang keliling dari rumah ke rumah. Dengan hadirnya Pos Kesehatan Merah Putih ini, akses kesehatan bagi masyarakat di kawasan perniagaan Ciputat menjadi semakin mudah,” jelasnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, gratis, dan berkualitas bagi masyarakat. Pilar juga berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dapat semakin solid dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus menjelaskan bahwa pos kesehatan modular tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, bukan hanya saat sakit.

Menurutnya, berdasarkan pengalamannya selama lebih dari 35 tahun sebagai dokter, masih sedikit masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan untuk tujuan pencegahan.

“Sebagian besar penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi dipengaruhi faktor keturunan, bahkan mencapai sekitar 90 persen. Jika tidak ditangani dalam 3 sampai 5 tahun, penyakit ini bisa merusak pembuluh darah dan menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, serangan jantung, hingga stroke,” ujarnya.

Ia juga memaparkan tingginya beban pembiayaan kesehatan nasional. Biaya layanan cuci darah pada 2020 tercatat sekitar Rp2,3 triliun dan meningkat menjadi lebih dari Rp13 triliun pada 2025. Sementara itu, pembiayaan penyakit jantung mencapai sekitar Rp17 triliun.

“Kalau kita hanya fokus pada pengobatan, negara tidak akan sanggup. Pencegahan jauh lebih murah dan menyelamatkan,” tegasnya.

Pos Kesehatan Merah Putih sengaja ditempatkan di pasar dan pusat keramaian agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di sela aktivitas ekonomi. Menurutnya, kemudahan akses menjadi kunci agar deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat.

“Tekanan darah tinggi yang tidak diobati bisa merusak organ tubuh dalam waktu singkat. Karena itu, pemeriksaan harus mudah dijangkau,” tutupnya.

Berita Terkait