TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Pasar teknologi konsumen Indonesia kembali mengalami guncangan masif pada pertengahan Februari 2026 setelah dua raksasa teknologi asal China, Huawei dan DJI, secara serentak meluncurkan amunisi terbaru mereka yang dirancang khusus untuk mendisrupsi alur kerja kaum profesional muda dan kreator konten. Huawei Device Indonesia resmi memboyong Huawei MatePad 11.5 New, sebuah tablet yang diklaim mampu menggantikan fungsi laptop konvensional, sementara di saat yang hampir bersamaan, Erajaya Active Lifestyle mengonfirmasi kehadiran DJI RS 5, stabiliser kamera generasi terbaru yang membawa teknologi sinematografi kelas Hollywood ke genggaman tangan pengguna. Peluncuran ganda ini menandai strategi agresif korporasi teknologi Tiongkok untuk semakin memperdalam penetrasi mereka di pasar gadget Tanah Air, menyasar segmen produktivitas mobile yang kini tumbuh eksponensial.
Kehadiran Huawei MatePad 11.5 New diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan "smart office" bagi Generasi Z, dengan menawarkan bundel lengkap yang mencakup keyboard lepas-pasang dan stylus M-Pencil tanpa biaya tambahan, sebuah strategi pricing yang jarang ditemui pada kompetitor sekelas Apple atau Samsung. Perangkat ini tidak hanya mengandalkan spesifikasi di atas kertas, tetapi juga membawa integrasi perangkat lunak PC-Level WPS Office yang memungkinkan pengolahan dokumen kompleks berjalan semulus di komputer desktop, menantang hegemoni laptop entry-level yang sering kali lambat dan berat.
“Kami memahami bahwa mobilitas adalah mata uang baru bagi pekerja modern. MatePad 11.5 New bukan sekadar tablet, melainkan sebuah pernyataan bahwa produktivitas tidak lagi harus terikat pada meja kerja atau perangkat yang membebani tas punggung Anda,” ungkap Huiler Fan, Country Head Huawei Device Indonesia, dalam keterangan resminya yang menekankan visi perusahaan untuk menciptakan ekosistem "Super Device" yang mulus.
Di sisi spektrum kreatif, DJI RS 5 hadir dengan membawa revolusi stabilisasi melalui algoritma Titan generasi kelima yang telah disempurnakan, mampu menahan beban kamera sinema kompak namun dengan bodi serat karbon yang jauh lebih ringan dibandingkan pendahulunya. Gimbal ini juga dilengkapi dengan sistem fokus LiDAR otomatis yang diperbarui, memungkinkan penembak solo (solo shooter) untuk mendapatkan gambar tajam dalam kondisi minim cahaya sekalipun, sebuah fitur yang sebelumnya hanya mimpi bagi videografer independen. Ketersediaan perangkat ini di jaringan ritel Erajaya memastikan bahwa para pembuat film di Indonesia kini memiliki akses instan ke alat yang sama yang digunakan oleh produksi profesional global.
“DJI RS 5 adalah wujud komitmen kami untuk mendemokratisasi teknologi pembuatan film profesional. Kami ingin menghapus batasan teknis agar para kreator bisa fokus sepenuhnya pada penceritaan visual yang imersif tanpa terganggu oleh kendala peralatan,” jelas Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle, menanggapi antusiasme pasar yang tinggi terhadap perangkat stabilisasi canggih ini.