21 January 2026, 23:46

Hujan Ekstrem Mengintai, Pramono Buka Opsi WFH-PJJ di Jakarta: OMC Disiapkan Sebulan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka opsi kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) serta pembelajaran jarak jauh (PJJ)

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,322
Hujan Ekstrem Mengintai, Pramono Buka Opsi WFH-PJJ di Jakarta: OMC Disiapkan Sebulan
Ilustrasi Jakarta hujan (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka opsi kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar jika cuaca ekstrem kembali memicu banjir pada hari kerja. Langkah ini disiapkan sebagai antisipasi agar aktivitas warga tidak lumpuh ketika curah hujan tinggi kembali terjadi di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kebijakan tersebut akan diambil bila ada indikasi cuaca ekstrem seperti yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya. Menurut Pramono, kondisi akhir pekan itu kebetulan bertepatan libur panjang sehingga tidak menuntut kebijakan WFH, namun situasinya berbeda bila hujan ekstrem terjadi saat hari kerja. “Kalau ada indikasi seperti itu di hari biasa, saya akan memutuskan work from home,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026). 

Di saat yang sama, Pemprov DKI menyiapkan langkah teknis untuk menekan dampak banjir, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan optimalisasi seluruh fasilitas pompa. Pramono menilai banjir di Jakarta bisa relatif cepat surut karena dukungan infrastruktur pemompaan, meski ia mengingatkan ada batas kemampuan sistem ketika hujan berada pada level tertentu. Ia menyebut, bila intensitas hujan sangat tinggi—di atas sekitar 250 milimeter per hari—maka genangan berpotensi muncul di banyak titik. 

Pramono juga menegaskan anggaran penanganan cuaca ekstrem di Jakarta tidak dipangkas. Anggaran itu mencakup normalisasi sungai, pengerukan, hingga pengadaan dan pengoperasian pompa air. “Saya tekankan tidak ada pengurangan anggaran,” kata Pramono.

Bahkan, Pemprov DKI menyiapkan dukungan anggaran OMC untuk periode yang lebih panjang dari biasanya. “Operasi modifikasi cuaca disiapkan anggarannya sampai satu bulan penuh,” ujarnya. 

Sejumlah pihak juga diminta siaga untuk merespons dampak cuaca ekstrem, termasuk pengaturan lalu lintas saat terjadi genangan di ruas jalan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan petugas akan memantau ketinggian air dan melakukan pengalihan arus guna mencegah kendaraan terjebak. “Kami siapkan mobil derek dan truk Dishub,” kata Syafrin. 

Peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem sendiri sebelumnya juga tercermin dalam prospek cuaca mingguan BMKG, yang memuat potensi hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, pada periode pertengahan hingga akhir Januari. 

Dengan opsi WFH dan PJJ yang disiapkan, Pemprov DKI pada prinsipnya menempatkan mitigasi risiko sebagai prioritas ketika cuaca ekstrem diperkirakan berulang, sambil tetap melanjutkan langkah-langkah teknis seperti OMC, normalisasi sungai, dan penguatan sistem pompa untuk mempercepat surutnya genangan. 

Berita Terkait