26 November 2025, 14:24

Investasi China di Jateng Melejit Rp 9,27 Triliun, Taj Yasin Buka Kartu Potensi Energi hingga Wisata

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Fujian, China, di kantornya, Selasa (25/11/2025).

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,016
Investasi China di Jateng Melejit Rp 9,27 Triliun, Taj Yasin Buka Kartu Potensi Energi hingga Wisata
Foto: dok. Pemprov Jateng / Doc ; istimewa

Perspektif.co.id - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Fujian, China, di kantornya, Selasa (25/11/2025). Dalam pertemuan itu, ia membeberkan bahwa arus investasi asal China ke Jawa Tengah menunjukkan tren menguat secara konsisten dalam lima tahun terakhir.

Data realisasi penanaman modal menunjukkan grafik menanjak. Pada 2020, investasi China di Jateng tercatat sekitar Rp552,9 miliar. Setahun kemudian naik menjadi Rp889,6 miliar. Pada 2022, angkanya melonjak hingga Rp1,97 triliun. Meski sempat turun ke Rp1,59 triliun pada 2023, nilai investasi kembali meroket pada 2024 hingga menyentuh Rp9,27 triliun. Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi sudah mencapai Rp7,759 triliun.

“Ini menjadi investasi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Menunjukkan hubungan Jawa Tengah dengan Tiongkok ini saling menguntungkan,” ujar Taj Yasin dalam keterangan tertulis.

Investasi asal China tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, antara lain Kendal, Demak, Kota Semarang, Jepara, dan Batang. Sektor tekstil dan garmen menjadi penopang utama dengan porsi sekitar 49 persen dari total investasi yang masuk. Kawasan industri di pesisir utara Jateng, termasuk Batang dan Kendal, menjadi salah satu tujuan utama karena dinilai strategis untuk industri berorientasi ekspor.

Dalam forum yang sama, Taj Yasin memanfaatkan momentum untuk memaparkan sederet peluang investasi baru di berbagai sektor. Di bidang energi, ia menawarkan pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Banyumas dan potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) di kawasan Telomoyo, Kabupaten Semarang. Di sektor agroindustri, ia menyoroti peluang industri tepung singkong atau mocaf di Banjarnegara yang dinilai potensial masuk rantai pasok pangan dan bahan baku industri.

Potensi lainnya adalah pengembangan wisata di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, yang diharapkan bisa dikembangkan dengan skema investasi ramah lingkungan. Di sisi lain, Taj Yasin juga menawarkan penguatan industri kelapa terpadu di Kabupaten Cilacap dan Grobogan, mulai dari pengolahan primer hingga produk turunan bernilai tambah tinggi. “Kami juga memiliki potensi kerja sama kelautan dan perikanan antara Jawa Tengah dengan Fujian. Semoga pertemuan ini semakin memperkokoh Jawa Tengah dan Fujian untuk pengembangan ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan,” imbuhnya.

Delegasi Pemerintah Fujian yang dipimpin Guo Ningning menyambut positif paparan tersebut. Selain menilai iklim investasi di Jateng kian kondusif, Guo menilai hubungan kerja sama yang telah terbangun cukup lama layak ditingkatkan ke level lebih operasional. Salah satu usulan konkret yang disampaikan adalah pembukaan rute penerbangan langsung Semarang–Fuzhou.

“Direct flight dari Semarang ke Fuzhou bisa segera dibuka. Kalau sudah dibuka pasti akan memudahkan kerja sama yang bisa dilakukan di berbagai bidang,” ujar Guo Ningning. Usulan ini dinilai dapat mempercepat mobilitas pelaku usaha, investor, dan wisatawan, sekaligus memperkuat jalur logistik antara Jawa Tengah dan Fujian.

Dengan tren investasi yang terus meningkat, daftar proyek potensial yang ditawarkan, serta rencana konektivitas udara langsung Semarang–Fuzhou, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap kerja sama dengan China tidak hanya menambah nilai investasi, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja, ekspor, dan pembangunan ekonomi daerah yang lebih merata.

Berita Terkait