JAKARTA, perspektif.co.id - Perjalanan KRL relasi Rangkas Bitung–Tanah Abang terganggu pada Selasa pagi (25/11/2025). Kereta yang mengarah ke Stasiun Tanah Abang terpantau tertahan cukup lama di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan, imbas gangguan operasional di lintasan.
Sekitar pukul 07.12 WIB, pantauan di lokasi menunjukkan dua rangkaian KRL tujuan Tanah Abang masih berhenti di peron Stasiun Kebayoran. Petugas KRL berulang kali menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara bahwa perjalanan belum bisa dilanjutkan karena ada kendala di jalur.
“Mohon maaf, untuk sementara kereta Anda belum dapat melanjutkan perjalanan karena sedang terjadi gangguan,” demikian informasi yang disampaikan petugas kepada penumpang.
Secara terpisah, KAI Commuter turut mengonfirmasi adanya gangguan operasional di koridor tersebut. Melalui akun resmi X @CommuterLine, perusahaan mengumumkan hambatan perjalanan di antara Stasiun Palmerah dan Kebayoran dan menyebutkan bahwa petugas tengah melakukan penanganan.
“InfoLintas, terdapat gangguan operasional antara Stasiun Palmerah–Kebayoran. Saat ini sedang dalam penanganan petugas. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” demikian keterangan KAI Commuter.
Akibat gangguan tersebut, rangkaian KRL dilaporkan tertahan sekitar 20 menit di Stasiun Kebayoran. Hingga sekitar pukul 07.15 WIB, kereta masih belum diberangkatkan dari stasiun. Kondisi ini memicu sebagian penumpang memilih turun dari kereta dan meninggalkan area stasiun untuk kemudian berganti ke moda transportasi lain demi mengejar waktu.
Situasi di dalam gerbong juga semakin padat seiring berjalannya waktu. Penumpang yang sudah terlanjur naik dari stasiun-stasiun sebelumnya menumpuk di dalam KRL, sementara arus kedatangan penumpang baru di peron membuat ruang gerak kian terbatas.
Selain rangkaian yang tertahan di Kebayoran, informasi yang diterima menyebutkan KRL lain tujuan Tanah Abang juga berhenti cukup lama di Stasiun Sudimara. Kondisi ini memperpanjang antrean perjalanan pada lintas Rangkas Bitung–Tanah Abang pada jam sibuk pagi hari dan berpotensi mengganggu mobilitas komuter yang bergantung pada layanan KRL untuk beraktivitas.
Dalam situasi seperti ini, pengguna KRL diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari KAI Commuter dan menyiapkan alternatif perjalanan jika diperlukan, terutama saat gangguan terjadi pada jam berangkat kerja atau sekolah.