05 February 2026, 17:02

Lima Tahun Bertahan, KUTIL Cimone Dinilai Jadi Model Ketahanan Pangan Warga Perkotaan

Perjalanan lima tahun Kelompok Usaha Ternak Ikan Lele (KUTIL) di Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
1,074
Lima Tahun Bertahan, KUTIL Cimone Dinilai Jadi Model Ketahanan Pangan Warga Perkotaan
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengapresiasi konsistensi KUTIL Cimone dalam mengembangkan budidaya ikan lele meski di tengah keterbatasan lahan perkotaan, Kamis (05/02/2026). (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Perspektif.co.id - Perjalanan lima tahun Kelompok Usaha Ternak Ikan Lele (KUTIL) di Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, dinilai menjadi bukti konkret bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari lingkungan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Model usaha berbasis komunitas ini disebut mampu bertahan di tengah keterbatasan lahan serta tantangan ekonomi perkotaan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat menghadiri peringatan Lustrum Pertama KUTIL Cimone, Kamis (5/2/2026). Ia menilai keberlangsungan KUTIL selama lima tahun bukan capaian yang mudah, mengingat usaha budidaya perikanan skala kecil kerap menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga fluktuasi harga pakan.

Sachrudin menuturkan, KUTIL Cimone menjadi contoh nyata bagaimana usaha kecil berbasis warga mampu memberikan dampak langsung terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Budidaya ikan lele yang dijalankan secara sederhana namun konsisten dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan lokal di wilayah perkotaan.

“Lima tahun bertahan itu bukan hal mudah. Di balik kolam-kolam lele ini ada kerja keras, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, keberadaan KUTIL tidak hanya berorientasi pada hasil produksi ikan, tetapi juga membangun semangat gotong royong serta kemandirian ekonomi di tingkat masyarakat. Pola usaha kolektif seperti ini dinilai relevan untuk dikembangkan di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang, namun kebutuhan pangan terus meningkat.

Sachrudin juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk terus mendampingi kelompok-kelompok ternak dan budidaya perikanan masyarakat. Pendampingan tersebut dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan, mulai dari pembinaan teknis, dukungan sarana produksi, hingga fasilitasi perluasan jejaring pemasaran agar usaha warga dapat berkembang secara berkelanjutan.

“KUTIL Cimone bisa menjadi inspirasi bagi lingkungan lain. Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari skala besar, tetapi dari langkah kecil yang dijalankan secara konsisten,” pungkasnya.

Berita Terkait