23 November 2025, 16:48

Live Indosiar! Bali United vs Persis Malam Ini Jadi Laga Hidup-Mati Keluar Zona Merah Liga Super 2025

Siaran langsung Bali United vs Persis Solo pada pekan ke-13 Liga Super (Super League) 2025/2026 akan tayang di Indosiar, Minggu (23/11/2025) pukul 19.00 WIB.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,959
Live Indosiar! Bali United vs Persis Malam Ini Jadi Laga Hidup-Mati Keluar Zona Merah Liga Super 2025
Pesepak bola Bali United Rizky Dwi (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Marc Klok / Doc ; istimewa

Perspektif.co.id - Siaran langsung Bali United vs Persis Solo pada pekan ke-13 Liga Super (Super League) 2025/2026 akan tayang di Indosiar, Minggu (23/11/2025) pukul 19.00 WIB. Duel yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, itu juga dapat diakses melalui layanan live streaming Vidio, dan menjadi laga pertama kedua tim setelah jeda internasional yang sarat kepentingan untuk bangkit. 

Kedua kubu datang dengan modal yang sama-sama belum meyakinkan. Bali United, sebagai tuan rumah, mengalami tiga pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Kekalahan 2-1 dari Bhayangkara pada laga terakhir sekaligus menandai dua kekalahan beruntun dan menjadi tren terburuk Serdadu Tridatu dalam tiga pertandingan pamungkas. Di sisi lain, Persis Solo justru membawa sedikit angin segar meski masih terpuruk; Laskar Sambernyawa mencatat hasil imbang 2-2 kontra PSIM Yogyakarta di Derby Mataram sebagai titik awal perbaikan performa. 

Hasil imbang tersebut menjadi capaian terbaik Persis dalam empat laga terakhir, sekaligus debut positif bagi caretaker Tithan Suryata yang baru memimpin tim. Persis menunjukkan karakter pantang menyerah setelah tertinggal 1-2 hingga menit 90+5, lalu mampu menyamakan kedudukan di masa injury time. Satu gol lain di tambahan waktu bahkan sempat menggoyang asa kemenangan, sebelum akhirnya dianulir VAR. Momentum mental inilah yang berusaha dibawa Persis ke Pulau Dewata sebagai bekal menghadapi tekanan besar di papan bawah.

Meski demikian, situasi klasemen membuat Persis datang ke Bali dengan beban berat. Laskar Sambernyawa kini berada di peringkat ke-18 dengan koleksi 6 poin dari 11 pertandingan. Mereka tertinggal satu poin dari Persijap Jepara di urutan ke-17 dan dua angka dari Semen Padang di posisi ke-16. Praktis, tiga poin di markas Bali United menjadi harga mutlak jika ingin segera keluar dari zona degradasi dan mengurangi tekanan psikologis di ruang ganti.

Persis juga harus menghadapi tantangan dari sisi kedalaman skuad. Di lini tengah, mereka berpotensi kembali kehilangan Fuad Sule yang dikabarkan mengalami masalah kebugaran setelah baru saja comeback pada awal November usai menjalani sanksi sembilan laga. Di sektor serang, Gervane Kastaneer juga diragukan tampil karena baru saja memperkuat timnas Curacao di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Absennya dua pemain ini akan memaksa Tithan Suryata mengatur ulang komposisi lini tengah dan depan, terutama dalam hal transisi menyerang dan variasi serangan.

Meski demikian, kubu Persis menegaskan mereka tidak datang ke Bali hanya untuk bertahan. Persiapan intensif dilakukan selama jeda kompetisi, termasuk menggelar uji coba melawan Persinab Nabire pada Minggu (16/11/2025) guna menjaga ritme pertandingan. 

“Dalam dua minggu ini kita memperbaiki dan melakukan evaluasi dari pertandingan sebelumnya,” ujar winger Persis, Adriano Castanheira, menegaskan bahwa tim sudah berupaya mengikis kelemahan yang terlihat di laga-laga sebelumnya.

Di pihak tuan rumah, Bali United bertekad mengakhiri tren negatif yang membayangi mereka. Setelah kalah 2-1 dari Bhayangkara, tim berjuluk Serdadu Tridatu tetap menggelar latihan intensif selama FIFA Matchday dan turut menjadwalkan laga uji coba kontra Perseden Denpasar pada Rabu (12/11/2025). Langkah ini diambil untuk merapikan organisasi permainan, khususnya di menit-menit akhir laga yang selama dua pertandingan terakhir menjadi titik rapuh mereka.

Dua kekalahan beruntun Bali United sama-sama terjadi karena kebobolan setelah menit ke-80, menunjukkan masalah konsentrasi dan penguatan lini belakang di penghujung pertandingan. Jika pola ini kembali terulang, skenario pahit berupa rekor buruk baru musim ini bisa kembali menimpa Serdadu Tridatu. Meski saat ini belum menempati zona merah, Bali United yang berada di posisi ke-12 dengan 13 poin hanya berjarak lima angka dari Persijap di peringkat ke-16. Kondisi itu membuat mereka belum sepenuhnya aman dari ancaman papan bawah dan menjadikan tiga poin di kandang sebagai keharusan, bukan sekadar target tambahan.

Dari sisi komposisi, Bali United juga tidak datang dengan skuad yang sepenuhnya lengkap. Gelandang Tim Receveur dipastikan absen karena sanksi kartu, sehingga pelatih Johnny Jansen harus memutar otak untuk menjaga keseimbangan di lini tengah. Selebihnya, Bali United diperkirakan tetap menurunkan mayoritas pemain utama yang selama ini menjadi tulang punggung skema 4-3-3, dengan mengandalkan kombinasi pengalaman dan kecepatan di sektor sayap.

Bali United kemungkinan akan tetap bertumpu pada ketajaman Boris Kopitovic sebagai ujung tombak, dibantu Thijmen Goppel dan Irfan Jaya dari sisi sayap untuk membongkar pertahanan Persis. Di lini pertahanan, nama-nama seperti Rizky Dwi Febrianto, Kadek Arel, Joao Ferrari, dan Ricky Fajrin diproyeksikan menjaga rapatnya lini belakang di depan kiper Mike Hauptmeijer. Di tengah, Kadek Agung dan Jordy Bruijn diharapkan bisa mengisi celah absennya Receveur dengan kerja keras dalam duel dan distribusi bola.

Di kubu tamu, Persis diprediksi tetap memakai skema 4-3-3, menempatkan Muhammad Riyandi sebagai penjaga gawang. Empat bek Jordi Tutuarima, Xandro Schenk, Cleylton Morais, dan Giovani Numberi akan menjadi benteng pertama menghadapi tekanan tuan rumah. Di lini tengah, kombinasi Sutanto Tan, Zanadin Fariz, dan Sidik Saimima diharapkan mampu menjaga intensitas permainan meski ada potensi absennya Fuad Sule. Di depan, daya gedor Persis akan kembali bertumpu pada Kodai Tanaka sebagai penyerang tengah, didukung pergerakan Sho Yamamoto dan Adriano Castanheira dari kedua sisi sayap.

Secara psikologis, laga ini ibarat persimpangan jalan bagi kedua tim. Bagi Bali United, kemenangan akan memutus tren buruk dan menjauhkan mereka dari ancaman zona degradasi, sekaligus memulihkan kepercayaan diri di hadapan publik sendiri. Di sisi lain, bagi Persis Solo, tiga poin di Bali bisa menjadi titik balik untuk lepas dari dasar klasemen dan menghidupkan kembali peluang bertahan di Super League musim ini. Dengan sama-sama membawa beban dan kepentingan besar, duel malam ini berpotensi menghadirkan pertandingan dengan intensitas tinggi sejak menit awal hingga peluit akhir.

Berita Terkait