TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Meta mempercepat ambisinya di ranah kecerdasan buatan dengan menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar untuk menyewa chip AI Google, sebuah langkah strategis yang menegaskan betapa sengitnya kompetisi infrastruktur komputasi saat ini. Kesepakatan multi‑tahun ini memungkinkan Meta memanfaatkan Tensor Processing Units (TPU) Google guna memperkuat pengembangan model AI generasi berikutnya, sebagaimana dilaporkan The Information dan dikonfirmasi oleh berbagai media internasional.
Langkah ini muncul di tengah lonjakan permintaan global terhadap chip AI, ketika perusahaan teknologi besar berlomba mengamankan pasokan semikonduktor berperforma tinggi. Meta sebelumnya telah mengunci komitmen pembelian chip dari Nvidia dan AMD, termasuk rencana akuisisi GPU generasi terbaru serta potensi pembelian chip AI AMD senilai hingga USD 60 miliar—setara sekitar Rp945 triliun.
“Kesepakatan ini menandai upaya Meta untuk mendiversifikasi sumber daya komputasi dan mengurangi ketergantungan pada satu pemasok chip,” ujar seorang sumber yang terlibat dalam negosiasi, dikutip dari laporan tersebut.
Google, yang selama ini mendorong TPU sebagai alternatif GPU Nvidia, memandang kerja sama ini sebagai peluang memperluas penetrasi chip buatannya. TPU kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan Google Cloud, dan perusahaan bahkan tengah membentuk joint venture untuk menyewakan TPU kepada pelanggan AI lainnya.
Meta juga disebut sedang mempertimbangkan pembelian TPU secara langsung mulai tahun depan untuk memperkuat pusat data mereka, meski status pembicaraan tersebut belum final. Kesepakatan ini memperlihatkan bagaimana dua raksasa teknologi yang kerap bersaing justru saling bergantung dalam perlombaan membangun fondasi AI masa depan.