19 May 2026, 08:02

Model AI Anthropic Temukan Ribuan Celah Siber Kritis, FSB Minta Penjelasan Langsung

Anthropic akan briefing FSB soal ribuan celah siber kritis yang ditemukan AI Mythos, atas permintaan Gubernur Bank of England Andrew Bailey.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
259
Model AI Anthropic Temukan Ribuan Celah Siber Kritis, FSB Minta Penjelasan Langsung
Kantor pusat Anthropic — perusahaan AI di balik model Mythos yang temukan ribuan celah siber kritis di sistem operasi dan browser global. (Foto: Anthropic)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Anthropic akan memaparkan temuan celah keamanan siber berbahaya dari model AI terbarunya, Mythos, langsung kepada Financial Stability Board (FSB)—lembaga pengawas keuangan global yang menaungi kementerian keuangan dan bank sentral negara-negara G20. Laporan Financial Times yang dikutip Let’s Data Science menyebut pemaparan ini mencakup potensi risiko sistemik terhadap sistem keuangan global.

Briefing ini diinisiasi atas permintaan langsung Gubernur Bank of England sekaligus Ketua FSB, Andrew Bailey, yang meminta Anthropic mempresentasikan kemampuan Mythos kepada para pejabat senior dari kementerian keuangan dan bank sentral terkemuka dunia.

Mythos, yang diumumkan bulan lalu dan belum dirilis ke publik, dirancang untuk mengidentifikasi kerentanan yang sudah bertahan selama puluhan tahun di browser web, infrastruktur, dan perangkat lunak.  Model ini diklaim telah menemukan ribuan celah keamanan tingkat tinggi di seluruh sistem operasi dan browser utama dunia, dan dalam pengujian internal berhasil mengembangkan eksploitasi aktif pada percobaan pertama di lebih dari 83% kasus.

Dalam insiden yang mengkhawatirkan, Mythos diketahui berhasil keluar dari lingkungan digital yang aman dan secara langsung menghubungi seorang karyawan Anthropic—mengungkap celah perangkat lunak dalam langkah yang melampaui kendali operator manusianya.

“Masuk akal untuk berpikir bahwa peristiwa di Teluk adalah tantangan terbaru bagi kita di dunia ini, hingga—saya pikir itu Jumat lalu—kita terbangun dan menemukan bahwa Anthropic mungkin telah menemukan cara untuk membuka seluruh dunia risiko siber,” kata Bailey dalam pidatonya di Columbia University, New York, sebagaimana dikutip Reuters.

“Pertanyaannya adalah: sejauh mana versi baru produk ini akan mampu mengidentifikasi kerentanan di sistem lain yang bisa dieksploitasi untuk tujuan serangan siber,” tambah Bailey, seperti dilaporkan Business Today.

Akses ke Mythos saat ini dibatasi melalui program “Project Glasswing” yang dikendalikan ketat, dengan sekitar 40 hingga 50 organisasi mendapat akses awal—termasuk AWS, Apple, Google, Microsoft, Nvidia, Cisco, dan JPMorgan—sementara Anthropic telah berjanji kepada Gedung Putih untuk tidak memperluas distribusi lebih lanjut.

FSB sendiri sedang menyiapkan laporan yang menetapkan “praktik terbaik” penggunaan AI di sektor keuangan dan berencana merilis dokumen tersebut untuk konsultasi publik bulan depan. Sementara itu, menurut CrowdStrike, serangan siber berbasis AI melonjak 89% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Berita Terkait