03 January 2026, 15:12

Pendaki Wanita Tewas Diduga Diserang Singa Gunung

pendaki wanita ditemukan meninggal dunia di jalur lintas alam Crosier Mountain di kawasan Rocky Mountains, Colorado, Amerika Serikat, pada Kamis 1 januari 2026.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Admin Reporter
1,968
Pendaki Wanita Tewas Diduga Diserang Singa Gunung
Ilustrasi singa gunung. (REUTERS/STEPHANIE KEITH)

Perspektif.co.id - Seorang pendaki wanita ditemukan meninggal dunia di jalur lintas alam Crosier Mountain di kawasan Rocky Mountains, Colorado, Amerika Serikat, pada Kamis, 1 Januari 2026. Otoritas setempat menduga korban menjadi korban serangan singa gunung (mountain lion/cougar)—dan bila dugaan itu terbukti, peristiwa ini berpotensi menjadi serangan fatal pertama oleh kucing besar tersebut di Colorado dalam lebih dari 25 tahun terakhir. 

Menurut keterangan Colorado Parks and Wildlife (CPW), laporan awal masuk sekitar pukul 12.15 siang waktu setempat. Sejumlah pendaki melaporkan melihat singa gunung berada dekat seseorang yang tergeletak di tanah dari jarak sekitar 100 yard (kurang lebih 90 meter). Saat para saksi mendekat, hewan tersebut berusaha diusir dengan cara dilempari batu agar menjauh dari lokasi.

Setelah singa gunung menjauh, para pendaki mencoba memeriksa kondisi korban. Reuters melaporkan, seorang dokter kebetulan berada di antara para pendaki yang menemukan tubuh korban dan ikut memberikan pertolongan awal, namun tidak menemukan denyut nadi. Lokasi penemuan korban berada di area hutan terpencil, sekitar 80 kilometer barat laut Denver dan timur laut Estes Park

Juru bicara CPW Kara Van Hoose menyampaikan bahwa tim gabungan segera dikerahkan, termasuk petugas CPW, deputi Sheriff Larimer County, polisi Estes Park, dan pemadam relawan Glen Haven, untuk melakukan penanganan serta pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian. CPW juga menyebut upaya pencarian dibantu seorang ahli biologi yang sedang melakukan survei udara, serta tim pelacak dengan anjing untuk menelusuri jejak satwa. 

Dalam proses pengamanan, petugas menemukan satu ekor singa gunung di lokasi, menembaknya, dan hewan tersebut sempat lari sebelum akhirnya berhasil dilacak dan dieutanasia. Tak lama kemudian, seekor singa gunung kedua ditemukan di sekitar area dan juga dieutanasia. Otoritas menegaskan hingga kini belum dipastikan apakah serangan melibatkan satu hewan atau lebih. 

There were signs that this was consistent with a mountain lion attack,” kata Van Hoose dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters.

CPW menegaskan kebijakan lembaganya mewajibkan satwa liar yang diduga terlibat serangan terhadap manusia untuk dimusnahkan demi keselamatan publik. “According to CPW policies, wildlife involved in attacks on humans must be euthanized to ensure public safety,” tulis CPW dalam rilis resminya. 

Saat ini, ahli patologi CPW melakukan nekropsi terhadap dua singa gunung tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengecek kelainan, kemungkinan penyakit neurologis seperti rabies dan avian influenza, serta mencari indikasi DNA manusia. Jika tidak ditemukan DNA manusia pada kedua hewan itu, otoritas menyatakan pencarian dapat dilanjutkan untuk memastikan tidak ada singa gunung lain yang terlibat. 

CPW mencatat, serangan singa gunung terhadap manusia di Colorado tergolong langka. Reuters menyebut hanya ada 28 serangan yang dilaporkan ke CPW sejak 1990, dengan serangan fatal terakhir tercatat pada 1999

Otoritas juga menjelaskan bahwa pada musim dingin, singa gunung cenderung turun ke elevasi lebih rendah untuk mengikuti mangsa seperti rusa dan elk, sehingga meningkatkan peluang pertemuan dengan manusia maupun hewan peliharaan. Van Hoose menekankan satwa ini cukup umum di wilayah tersebut. “Because mountain lions are really common in this area we do expect to have conflicts,” ujarnya. 

Identitas korban dan penyebab kematian secara resmi akan diumumkan oleh Koroner Larimer County setelah pemeriksaan medis selesai. Sementara itu, CPW mengimbau masyarakat yang beraktivitas di alam terbuka untuk tetap waspada, membuat suara agar satwa menjauh, serta menjaga hewan peliharaan tetap menggunakan tali (on-leash). 

Berita Terkait