25 January 2026, 15:03

Rekor Changi Tembus 69,98 Juta Penumpang di 2025, Warga China–Indonesia Jadi “Mesin” Utama Kunjungan ke Singapura

Arus penumpang di Bandara Changi, Singapura, mencetak rekor baru sepanjang 2025.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,759
Rekor Changi Tembus 69,98 Juta Penumpang di 2025, Warga China–Indonesia Jadi “Mesin” Utama Kunjungan ke Singapura
Bandara Changi, Singapura tercatat melayani sebanyak 69,98 juta pengunjung sepanjang 2025. Mayoritas adalah warga China, Indonesia dan Malaysia. CNN Indonesia/Suriyanto

SINGAPURA, Perspektif.co.id - Arus penumpang di Bandara Changi, Singapura, mencetak rekor baru sepanjang 2025. Total pergerakan penumpang mencapai 69,98 juta orang, melampaui capaian sebelum pandemi pada 2019 yang berada di level 68,3 juta penumpang. 

Data tersebut menegaskan pemulihan lalu lintas penerbangan kawasan sekaligus menguatkan posisi Singapura sebagai hub perjalanan dan bisnis. Dalam komposisi pasar penumpang, warga China menjadi kontributor terbesar bagi Changi pada 2025, diikuti Indonesia, Malaysia, Australia, India, dan Thailand. China juga mencatat pertumbuhan paling kuat dengan kenaikan pergerakan penumpang 12,2% secara tahunan (year on year/yoy). 

Dorongan dari China turut terkait kebijakan bebas visa yang diberlakukan Singapura bagi pemegang paspor biasa Republik Rakyat China (RRT) untuk masa tinggal hingga 30 hari, efektif sejak 9 Februari 2024. Kebijakan itu bersifat timbal balik bagi pemegang paspor biasa Singapura yang berkunjung ke RRT. 

Dari sisi konektivitas, hingga Januari 2026 sekitar 100 maskapai mengoperasikan lebih dari 7.300 penerbangan terjadwal per pekan di Changi. Jaringan tersebut menghubungkan Singapura dengan lebih dari 170 kota di 50 negara dan wilayah.

Ke depan, operator bandara menargetkan perluasan jaringan hingga lebih dari 200 kota pada pertengahan 2030-an sejalan dengan rencana pembukaan Terminal 5. (The Straits Times) Peningkatan jaringan ini diproyeksikan memperkuat arus wisata, perjalanan bisnis, serta mobilitas logistik—yang pada akhirnya menopang ekosistem ekonomi Singapura berbasis jasa, pariwisata, dan konektivitas regional.

Changi juga kembali mengamankan predikat bandara terbaik dunia versi Skytrax pada 2025, dan ini menjadi kali ke-13 bandara tersebut meraih penghargaan puncak tersebut. (World Airport Awards) CEO Changi Airport Group, Yam Kum Weng, menegaskan fokus perusahaan menjaga daya saing hub penerbangan di tengah persaingan kawasan. “Our goal is to ensure that Changi stays at the forefront of aviation,” ujarnya.

Berita Terkait