08 February 2026, 17:09

Sound Horeg Seberat 1 Ton Bikin Perahu Karam Saat Nyadran, Insiden Berulang Gegerkan Sidoarjo

Insiden karamnya perahu pengangkut sound horeg terjadi saat pelaksanaan tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
963
Sound Horeg Seberat 1 Ton Bikin Perahu Karam Saat Nyadran, Insiden Berulang Gegerkan Sidoarjo
Perahu pengangkut sound horeg dilaporkan mengalami karam saat Tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Candi, Sidoarjo. (Foto: Arsip Satpolairud Polresta Sidoarjo)

Perspektif.co.id - Insiden karamnya perahu pengangkut sound horeg terjadi saat pelaksanaan tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur. Satu dari dua perahu yang digabung untuk membawa perangkat suara raksasa dilaporkan tenggelam di Sungai Balongdowo pada Sabtu (7/2) sore, memicu kepanikan warga yang mengikuti prosesi tahunan tersebut.

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Dua perahu sengaja disatukan untuk menopang satu set sound horeg berukuran besar lengkap dengan generator set. Namun, salah satu perahu tidak mampu menahan beban dan getaran dari perangkat tersebut.

“Perahunya dua digabung untuk membawa sound, speaker, dan genset. Ternyata salah satunya tidak kuat, terkena getaran lalu miring,” ujar Imam saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).

Beban muatan perahu diketahui sangat berlebih. Selain perangkat sound system yang diperkirakan memiliki berat sekitar satu ton, perahu tersebut juga dinaiki lebih dari 10 orang yang berjoget mengikuti alunan musik. Kondisi itu membuat keseimbangan perahu terganggu hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

“Kira-kira berat sound saja satu ton, ditambah penumpang sekitar 10 orang. Saat perahu miring, peralatan seperti lighting, genset, dan sound sempat dievakuasi. Perahunya memang tidak kuat menahan beban,” jelas Imam.

Ironisnya, insiden serupa bukan kali pertama terjadi dalam tradisi Nyadran di wilayah tersebut. Imam mengungkapkan kejadian perahu sound horeg tenggelam sudah terjadi tiga kali dalam beberapa tahun terakhir, dengan pola yang hampir sama.

“Sudah tiga kali kejadian. Dua tahun sebelumnya juga sama, perahu pengangkut sound horeg tenggelam,” katanya.

Beruntung, lokasi kejadian kali ini berada di dekat permukiman warga sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat. Hal ini berbeda dengan kejadian tahun sebelumnya yang berlangsung di kawasan muara sungai dan menyulitkan proses penyelamatan.

“Yang sekarang masih bisa diselamatkan karena dekat kampung. Tahun kemarin itu lokasinya dekat muara,” ucap Imam.

Kapolsek Candi Kompol Septiawan Adi Prihartono memastikan seluruh peralatan berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Untuk sementara semua sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa,” kata Septiawan.

Meski sempat diwarnai insiden, rangkaian tradisi Nyadran tetap dilanjutkan. Aparat kepolisian mengaku hanya bisa memberikan imbauan agar penyelenggara ke depan lebih memperhatikan aspek keselamatan, khususnya terkait kapasitas dan kekuatan perahu yang digunakan.

“Imbauannya agar penyelenggara menggunakan perahu yang benar-benar kuat untuk menopang beban,” pungkas Imam.

Berita Terkait