TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Xiaomi tengah bersiap menggempur pasar ponsel mid-range dengan langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya: menyiapkan tidak satu, tidak dua, melainkan tiga smartphone Redmi berbaterai 10.000 mAh secara bersamaan, sebuah lompatan kapasitas yang bisa mendefinisikan ulang standar daya tahan baterai di segmen terjangkau pada 2026. Informasi ini pertama kali mencuat dari platform media sosial Weibo melalui akun insider terpercaya Digital Chat Station, yang dikenal memiliki rekam jejak akurat dalam membocorkan produk-produk Xiaomi sebelum pengumuman resmi.
Ketiga perangkat tersebut akan menggunakan desain baterai single-cell dan mendukung pengisian daya kabel 100W, menunjukkan bahwa Xiaomi tidak sekadar mengejar rekor kapasitas di atas kertas, melainkan juga memastikan pengisian ulang daya yang cepat dan praktis meski menampung energi dalam jumlah masif. Kombinasi 10.000 mAh plus 100W fast charging menjadi perpaduan yang sebelumnya hampir mustahil ditemukan di lini mid-range manapun dari merek asal Tiongkok ini.
Perangkat-perangkat tersebut bakal masuk ke dalam lini mainstream Redmi Note maupun seri K yang berorientasi performa, sebagaimana dilaporkan GSMArena. Ini berarti Xiaomi tengah mempersiapkan strategi dua jalur sekaligus: menghadirkan baterai raksasa bagi pengguna biasa yang menginginkan daya tahan panjang, sekaligus menyasar gamer dan pengguna kelas atas melalui Redmi K series yang lebih bertenaga.
Bocoran spesifikasi dari Gizmochina mengungkap lebih jauh bahwa perangkat ini kemungkinan akan dipersenjatai prosesor mid-range Dimensity dari MediaTek, bingkai metal untuk kesan lebih premium, sensor sidik jari optik, layar LTPS 1.5K dengan refresh rate tinggi berdesain flat, serta sensor kamera utama 200 megapiksel. Paket spesifikasi tersebut mengonfirmasi ambisi Xiaomi untuk membawa angka-angka kelas flagship ke dalam segmen yang lebih terjangkau, sebuah taktik yang selama ini menjadi DNA dari lini Redmi Note.
Untuk varian globalnya, laporan menyebut kemungkinan kapasitas baterai sedikit dikurangi menjadi 9.210 mAh, kemungkinan untuk menyesuaikan dengan regulasi keamanan Uni Eropa, kata Gizmochina. Penyesuaian ini lumrah mengingat regulasi baterai single-cell di kawasan Eropa memang lebih ketat, sementara pasar Asia—termasuk Indonesia—berpeluang menikmati versi penuh dengan sel 10.000 mAh tanpa kompromi.
Meski angka 10.000 mAh menjadi tonggak bersejarah, Redmi bukan yang pertama mencapainya. Honor telah melampaui batas itu lebih dulu pada akhir Desember 2025 lewat seri WIN yang memuat sel hingga 10.080 mAh, yang diakui sebagai ponsel komersial pertama yang secara resmi menembus kapasitas tersebut. Di India, Realme pun telah sampai di titik yang sama lewat P4 Power 5G dan Narzo Power 5G, keduanya bertengger di 10.001 mAh, sebagaimana dilaporkan 91Mobiles. Namun yang membuat langkah Redmi berbeda adalah skalanya: tiga perangkat sekaligus, di dua lini produk berbeda, dengan posisi harga yang jauh lebih merata.
Xiaomi sebelumnya juga baru saja mengumumkan Redmi K90 Max dengan baterai 8.550 mAh sebagai bagian dari eskalasi bertahap sebelum lompatan besar ke 10.000 mAh ini, demikian AndroidHeadlines melaporkan. Lintasan peningkatan kapasitas yang cepat ini mencerminkan bahwa persaingan baterai besar bukan lagi tren sesaat, melainkan telah bergeser menjadi medan pertempuran utama di industri smartphone global.
Ketika beberapa merek Tiongkok secara bersamaan mengarah pada janji yang sama—daya tahan ekstrem, pengisian cepat, dan kompromi desain yang lebih terkelola—hal itu sering kali menandai munculnya standar diferensiasi baru, pertama di Tiongkok lalu berpotensi meluas ke pasar global, tulis myhostnews.com dalam analisisnya. Tren ini kian diperkuat oleh laporan bahwa merek-merek seperti Honor, Vivo, iQOO, hingga Huawei pun tengah menyiapkan rencana baterai 10.000 mAh serupa.
Seri Redmi K bersifat eksklusif untuk pasar Tiongkok, namun beberapa modelnya pernah diluncurkan secara internasional dengan merek ulang sebagai perangkat POCO, ungkap GSMArena. Artinya, ada kemungkinan setidaknya satu dari tiga perangkat Redmi baterai 10.000 mAh ini akhirnya hadir di Indonesia di bawah label POCO, meski jalur distribusi resminya belum dikonfirmasi Xiaomi.
Xiaomi memperbarui lini Redmi Note sekitar setahun sekali. Redmi Note 15 diperkenalkan di Tiongkok pada Agustus lalu, sehingga suksesornya diperkirakan hadir sekitar Agustus 2026 atau mendekatinya, menurut Gizmochina. Hingga berita ini diturunkan, Xiaomi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait bocoran spesifikasi maupun jadwal peluncuran ketiga perangkat Redmi baterai 10.000 mAh tersebut.