03 December 2025, 18:12

60 Ribu Sekolah Akan Direvitalisasi! Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan Indonesia

Wamen Fajar membeberkan jejak sejarah pendidikan dalam diri Presiden Prabowo dan menjelaskan program besar yang akan mengubah sistem pendidikan Indonesia.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,158
60 Ribu Sekolah Akan Direvitalisasi! Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan Indonesia
Proses Pembelajaran. Sekolah Dasar.

Perspektif.co.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan fokus besar pemerintah pada sektor pendidikan. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq saat menghadiri Dialog Pendidikan di Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (2/12). 

Dalam forum tersebut, ia memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah digencarkan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga digitalisasi pembelajaran.

Wamen Fajar menyebut arahan Presiden Prabowo sangat jelas: pembangunan pendidikan harus dilakukan secara masif, merata, dan menyentuh wilayah yang selama ini tertinggal. 

“Ada beberapa hal yang sudah dan akan dilanjutkan ke depannya terkait bagaimana caranya kita menggotong dunia pendidikan kita agar benar-benar bisa menciptakan pendidikan yang bermutu untuk semua,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa komitmen Presiden terhadap pendidikan bukan sekadar janji politik. 

Menurut Fajar, Prabowo memiliki garis keturunan seorang tokoh besar, Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo ekonom teknokrat yang juga menjadi arsitek penting lahirnya kebijakan pendidikan nasional dan turut merumuskan Undang-Undang Sisdiknas 1989.

Dari sisi kebijakan, pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur sekolah secara besar-besaran. Tahun ini, sebanyak lebih dari 16 ribu sekolah berhasil direvitalisasi, melonjak jauh dari target awal 10.440 sekolah. Program tersebut dilakukan dengan skema swakelola yang terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal serta menyerap hingga 300 ribu tenaga kerja.

Melihat hasil tersebut, Presiden Prabowo memutuskan untuk melipatgandakan jumlah sekolah penerima revitalisasi pada tahun depan.

“Angkanya mencapai 60 ribu sekolah,” kata Wamen Fajar menegaskan.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mulai memperkuat infrastruktur digital pendidikan melalui distribusi interactive flat panel (IFP) ke sekolah-sekolah sebagai alat bantu pembelajaran modern. Fajar menyebut langkah ini sebagai “revolusi pendidikan” yang diyakini mampu membawa Indonesia melakukan lompatan besar di era digital.

“Setahu saya, yang pernah melakukan revolusi di bidang pendidikan adalah Presiden Soeharto dengan SD Inpres. Sejak itu, belum ada Presiden yang membangun infrastruktur pendidikan semasif ini kecuali sekarang adalah Pak Prabowo,” ungkapnya.***

Berita Terkait