INTERNASIONAL, Perspektif.co.id - Militer Amerika Serikat memberikan klarifikasi terkait kabar jatuhnya pesawat tanker dan insiden kebakaran yang menimpa kapal induk terbesar mereka di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Pemerintah AS menegaskan dua insiden tersebut tidak berkaitan dengan serangan militer Iran.
Komando militer Amerika Serikat yang mengawasi operasi di kawasan Timur Tengah, United States Central Command, menyatakan pesawat pengisian bahan bakar jenis KC-135 Stratotanker memang dilaporkan hilang saat menjalankan operasi militer. Namun pihak militer menegaskan insiden tersebut bukan akibat serangan dari Iran.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip sejumlah media internasional, pihak militer Amerika menyebut kejadian itu terjadi di wilayah udara sekutu saat berlangsungnya operasi militer Operation Epic Fury.
“Komando Pusat AS mengetahui hilangnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS,” demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh United States Central Command.
Militer Amerika menjelaskan saat ini operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung untuk menemukan para awak pesawat tersebut. Hingga kini belum dipastikan apakah terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, kecelakaan tersebut diduga melibatkan dua pesawat militer yang terbang dalam jarak sangat dekat. Salah satu pesawat dilaporkan jatuh, sementara pesawat lainnya berhasil mendarat dengan selamat.
Pihak militer Amerika menegaskan insiden tersebut tidak berkaitan dengan pertempuran yang sedang berlangsung.
“Ini bukan karena tembakan musuh atau tembakan sekutu,” demikian pernyataan resmi militer Amerika Serikat.
Di sisi lain, insiden berbeda juga terjadi pada kapal induk raksasa milik Angkatan Laut AS, USS Gerald R Ford, yang dilaporkan mengalami kebakaran ketika beroperasi di kawasan Laut Merah.
Kapal induk tersebut merupakan salah satu armada utama Amerika Serikat yang saat ini dikerahkan untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
Komando Angkatan Laut Pusat AS, US Naval Forces Central Command, menjelaskan kebakaran itu berasal dari ruang laundry utama kapal dan tidak ada hubungannya dengan aktivitas tempur.
“Pada 12 Maret, USS Gerald R Ford mengalami kebakaran yang berasal dari ruang laundry utama kapal. Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran, dan api telah dipadamkan,” demikian pernyataan resmi dari NAVCENT.
Meski kebakaran tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kapal, pihak militer memastikan sistem vital kapal tidak mengalami kerusakan.
NAVCENT menegaskan bahwa seluruh sistem penggerak kapal induk tetap berfungsi normal dan kapal masih dapat menjalankan operasi militer secara penuh di kawasan tersebut.
Insiden kebakaran itu menyebabkan dua pelaut Amerika mengalami luka-luka ringan. Keduanya saat ini tengah menjalani perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi stabil.