05 December 2025, 01:06

Bos NATO Ungkap Sosok yang Dianggap Bisa Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Siapa?

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menilai hanya ada satu tokoh yang saat ini mampu mendorong Rusia dan Ukraina kembali ke meja perundingan.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,913
Bos NATO Ungkap Sosok yang Dianggap Bisa Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Siapa?
Sekjen NATO Mark Rutte. Foto: REUTERS/Yves Herman

BRUSSELS, Perspektif.co.id – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menilai hanya ada satu tokoh yang saat ini mampu mendorong Rusia dan Ukraina kembali ke meja perundingan dan membuka jalan menuju akhir perang. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyebut Presiden Amerika Serikat Donald J Trump sebagai figur kunci yang dinilai bisa memecah kebuntuan konflik yang sudah berlangsung sejak invasi Moskow pada Februari 2022.

“Hanya ada satu orang di dunia ini yang benar-benar mampu mematahkan kebuntuan negosiasi terkait perang di Ukraina, dan itu adalah Presiden Amerika Serikat Donald J Trump. Dan dia sudah mulai melakukannya,” ujar Rutte usai pertemuan para menteri luar negeri negara anggota NATO (minus AS) di Brussels, Rabu (3/12).

Rutte menjelaskan, Trump disebut mulai menginisiasi dialog antara Moskow dan Kyiv sejak Februari 2025 dan proses ini terus berjalan hingga sekarang. Menurutnya, langkah tersebut menjadi krusial karena posisi Amerika Serikat sebagai sekutu terbesar NATO sekaligus kekuatan militer dan politik terbesar di dunia.
“Ia memulai dialog itu sejak Februari 2025 dan hingga kini prosesnya terus berjalan. Itu sangat menentukan, karena pada akhirnya AS adalah sekutu terbesar NATO dan negara terkuat di muka bumi,” papar Rutte seperti dikutip CNN.

Rutte menegaskan, meski pertemuan NATO kali ini tidak dihadiri perwakilan Washington, peran AS tetap tak tergantikan dalam mengupayakan penyelesaian perang di Ukraina. “Ini pada akhirnya sangat bergantung pada mereka di Washington untuk memecahkan kebuntuan dan memastikan negara-negara lain mengikuti,” kata Rutte.

Rapat para menteri luar negeri negara anggota NATO tersebut digelar tak lama setelah rundingan terbaru antara utusan khusus Presiden Trump dan perwakilan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menemui jalan buntu. Pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas skema rencana damai dan penghentian pertempuran di Ukraina.

Di sisi lain, Trump masih menunjukkan optimisme. Dalam sebuah konferensi pers, ia menyampaikan bahwa utusan khususnya, pengusaha Steve Witkoff, dan menantunya yang juga mantan penasihat Gedung Putih, Jared Kushner, telah menjalankan misi yang penting dalam pertemuan dengan Putin pada Selasa (2/12).

“Soal hasil pertemuan itu, saya belum bisa membeberkannya kepada kalian karena menyangkut dua pihak,” ujar Trump ketika ditanya perkembangan konkret dari pembicaraan dengan Moskow.

Meski demikian, Trump mengklaim mendapat sinyal positif dari pihak Kremlin. “Kesan mereka, pihak lawan ingin… ia (Putin) ingin perang ini berakhir. Saya menilai ia ingin kembali pada kehidupan yang lebih normal. Ia ingin kembali berdagang dengan Amerika Serikat, ketimbang terus-menerus kehilangan ribuan prajurit setiap pekan. Dan impresi mereka sangat kuat bahwa ia bersedia mencapai suatu kesepakatan,” tutur Trump.

Pernyataan Rutte dan Trump itu muncul di tengah kekhawatiran dunia bahwa konflik Rusia-Ukraina berpotensi semakin berkepanjangan tanpa terobosan diplomatik berarti. Dengan posisi AS yang dinilai menjadi pemain penentu, NATO kini menaruh harapan besar pada upaya mediasi Washington untuk membuka jalan menuju perundingan damai yang konkret dan berkelanjutan.

Berita Terkait