05 June 2026, 16:24

Dominasi Arm di Computex 2026: Runtuhnya Hegemoni x86 di Era AI PC

Arm guncang Computex 2026 dengan chip AI terbaru dan kolaborasi Nvidia RTX Spark, ancam dominasi x86 di pasar Windows PC. Simak revolusi arsitektur Arm di sini!

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
82
Dominasi Arm di Computex 2026: Runtuhnya Hegemoni x86 di Era AI PC
CEO Arm Rene Haas menyampaikan keynote di Computex 2026, memaparkan arsitektur Arm sebagai fondasi utama era Agentic AI untuk masa depan komputasi global. (Foto: Computex)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Taipei kembali menjadi pusat gravitasi dunia teknologi saat ajang Computex 2026 resmi dibuka pada 2 Juni 2026. Arm secara agresif menegaskan posisinya sebagai arsitektur utama era agentic AI melalui keynote CEO Rene Haas yang menekankan pentingnya ekosistem Taiwan. Langkah ini didukung oleh peluncuran superchip RTX Spark hasil kolaborasi Nvidia dan Microsoft, yang membawa performa Blackwell GPU dengan 20-core CPU Arm untuk pertama kalinya ke dalam ekosistem Windows.

Kehadiran RTX Spark menjadi titik balik krusial yang mengancam dominasi arsitektur tradisional x86 di pasar PC kelas atas. Chip ini menawarkan spesifikasi monster, mencakup memori terpadu hingga 128GB dan klaim performa local AI sebesar 1 petaflop. Inovasi ini menyasar kebutuhan komputasi berat, mulai dari agen AI hingga generative creative tools, yang diproyeksikan bakal mendefinisikan standar baru performa komputer modern di masa depan.

"Taiwan sangat diperlukan bagi kesuksesan global kami; tanpa Taiwan, tidak akan ada Arm. Dari pengemasan chip pertama hingga era AI saat ini, ekosistem di sini menopang hampir setiap perangkat yang saya gunakan, mulai dari smartphone hingga server AI," ujar Rene Haas dalam pidato utamanya di Computex, sebagaimana dilansir oleh Taiwan News.

Selain kolaborasi Nvidia, Arm juga mengungkap terobosan baru berupa AGI CPU yang mampu dikonfigurasi hingga 136 core dengan konsumsi daya sekitar 300 watt. Chip ini dirancang khusus untuk memenuhi dahaga data center terhadap infrastruktur AI yang efisien, dengan Meta Platforms dilaporkan menjadi pelanggan utama. Seluruh produksi perangkat keras canggih ini dipastikan akan digarap sepenuhnya melalui manufaktur TSMC di Taiwan.

"Nvidia tidak masuk ke Windows on Arm sebagai mitra efisiensi yang sopan. Mereka membawa branding, ekosistem pengembang, kredibilitas grafis, dan otot perangkat keras AI yang membuat RTX menjadi asumsi standar di sebagian besar pasar PC kreator, gaming, dan machine learning," tulis laporan dari Windows Forum mengenai pergeseran tren pasar ini.

Seiring dengan meningkatnya performa, harga perangkat berbasis Arm diprediksi akan sangat fluktuatif karena bergantung pada biaya memori DRAM yang saat ini masih mengalami kendala pasokan. Meskipun demikian, produsen seperti Asus dan Microsoft telah mulai mengintegrasikan arsitektur ini ke jajaran produk terbaru mereka, termasuk seri Surface Laptop Ultra yang didesain untuk menangani beban panas dari chip performa tinggi tersebut.

Berita Terkait