TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Qualcomm resmi menyatakan tahun 2026 sebagai tahun bagi Agen AI dalam gelaran akbar Computex Taipei yang berlangsung di Taiwan. CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menegaskan bahwa industri teknologi telah melampaui era chatbot reaktif dan kini memasuki fase baru di mana perangkat pintar bertindak sebagai asisten aktif yang otonom bagi pengguna.
"2026 adalah tahun para agen dan saat ini kecerdasan buatan benar-benar berevolusi. AI sedang bertransformasi dari sekadar alat bantu menjadi sistem cerdas yang mampu memahami tujuan, memecah tugas, serta menyelesaikan alur kerja kompleks dengan pengawasan minimal," ujar Cristiano Amon dalam pidato utamanya di Computex 2026.
Transformasi ini didorong oleh platform silikon generasi terbaru dari Qualcomm yang dirancang khusus untuk beban kerja AI lokal. Dalam pameran tersebut, Qualcomm memperkenalkan Snapdragon X2 Elite, sebuah chipset yang mengintegrasikan Neural Processing Unit (NPU) dengan performa mencapai 80 TOPS.
Sebagai bukti nyata kemampuan platform tersebut, Qualcomm berkolaborasi dengan Asus meluncurkan Asus Ascent QN10. Perangkat ini merupakan mini-PC pertama yang ditenagai oleh Snapdragon X2 Elite, menawarkan ukuran ringkas di bawah 0,7 liter namun dengan tenaga komputasi yang setara dengan sistem desktop premium.
"Hari ini, perangkat tidak dirancang untuk pengalaman tersebut. Anda memerlukan jenis perangkat yang berbeda ketika Agentic AI menjadi fungsi AI nomor satu dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk personal computing," tambah Amon mengenai pentingnya efisiensi daya CPU dalam mengelola tugas-tugas AI yang berjalan secara persisten.
Asus Ascent QN10 dirancang untuk mendukung berbagai aplikasi berat seperti pengembangan perangkat lunak, analisis data, dan orkestrasi AI lokal. Mini-PC ini dilengkapi dengan tujuh port USB, termasuk tiga port USB4, dan mampu menjalankan empat layar 4K secara simultan untuk kebutuhan profesional maupun komersial.
Meskipun harga resmi belum dirinci untuk pasar global, perangkat sekelas mini-PC berbasis Snapdragon X-series diprediksi akan mengisi segmen pasar premium dengan estimasi kisaran harga mulai dari Rp9.500.000 hingga Rp15.000.000 tergantung pada konfigurasi memori dan penyimpanan.
Selain itu, Qualcomm juga mengumumkan inisiatif Dragonfly, sebuah platform data center baru yang akan memberikan lebih banyak detail di akhir bulan ini. Langkah ini menunjukkan ambisi Qualcomm untuk mendominasi infrastruktur komputasi terdistribusi di tengah tren AI yang semakin tersebar ke berbagai perangkat dari smartphone hingga otomotif.