03 April 2026, 16:38

Dubes Iran Blak-blakan Usai Temui Megawati hingga Jokowi, Ternyata Ini Misi Sebenarnya!

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkap alasan di balik rangkaian pertemuannya dengan sejumlah tokoh penting di Tanah Air

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
403
Dubes Iran Blak-blakan Usai Temui Megawati hingga Jokowi, Ternyata Ini Misi Sebenarnya!
mohammad boroujerdi indonesia iran pertemuan tokoh nasional / Doc : istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkap alasan di balik rangkaian pertemuannya dengan sejumlah tokoh penting di Tanah Air, mulai dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, hingga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.

Pertemuan tersebut disebut bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa, melainkan bagian dari respons atas gelombang simpati dan dukungan yang datang dari berbagai tokoh Indonesia terhadap Iran.

“Banyak sekali tokoh di Indonesia, baik itu pejabat resmi maupun pejabat nonpemerintahan atau tokoh-tokoh di Indonesia, yang menyampaikan pesan kepada saya berupa ungkapan belasungkawa dan juga keprihatinan,” ujar Boroujerdi kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).

Ia menegaskan, sebagai perwakilan resmi Republik Islam Iran, dirinya merasa berkewajiban untuk membalas sikap tersebut dengan menyampaikan langsung rasa terima kasih sekaligus penghargaan kepada para tokoh yang telah menunjukkan empati.

“Oleh karena itu, saya sebagai Duta Besar Republik Islam Iran, sebagai perwakilan Iran, sudah selayaknya membalas dengan menyampaikan rasa terima kasih atas ungkapan-ungkapan atau ucapan-ucapan yang disampaikan, serta memberikan apresiasi,” lanjutnya.

Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut Boroujerdi juga menyampaikan perkembangan terkini terkait situasi di negaranya, termasuk dampak dari ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belakangan menjadi sorotan global.

“Di samping itu, saya juga memberikan semacam laporan terkait peristiwa atau hal terakhir yang terjadi di wilayah atau di negara saya kepada tokoh-tokoh yang sebelumnya menyampaikan belasungkawanya kepada kami,” tuturnya.

Ia juga menyinggung upaya kampanye antiperang yang menurutnya menjadi pesan penting dalam setiap kunjungan tersebut. Kampanye ini disebut sebagai langkah awal untuk menolak konflik yang lebih luas, tidak hanya terhadap Iran tetapi juga negara lain.

“Adapun terkait kunjungan kepada ulama, tentunya kita juga sudah mengetahui bersama bahwa lembaga-lembaga atau ormas-ormas Islam, baik itu MUI maupun lembaga lainnya, bahkan telah menyampaikan anjuran untuk Qunut Nazilah. Artinya, tanpa kita minta pun, mereka secara langsung ikut mendoakan dan mendukung,” ungkapnya.

Berita Terkait