11 January 2026, 14:19

Duel Puncak Klasemen! Persib vs Persija di GBLA Jadi Penentu Juara Paruh Musim, Kedua Tim Sama-Sama 35 Poin

Laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026)

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,220
Duel Puncak Klasemen! Persib vs Persija di GBLA Jadi Penentu Juara Paruh Musim, Kedua Tim Sama-Sama 35 Poin
Analisis Strategi PERSIB BANDUNG vs PERSIJA JAKARTA

BANDUNG, Perspektif.co.id - Laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026), menjadi pertandingan berlabel “final” sebelum kompetisi memasuki paruh musim. Pemenang duel klasik ini berpeluang langsung mengudeta puncak klasemen dan mengunci status juara paruh musim. 

Situasi papan atas membuat tensi pertandingan kian tinggi. Persib dan Persija sama-sama mengoleksi 35 poin dari 16 laga. Sementara itu, Borneo FC berada di puncak dengan 37 poin dan sudah menyelesaikan laga pekan ke-17 setelah kalah 0-2 dari Persita Tangerang pada Jumat (9/1/2026). Artinya, kemenangan di GBLA akan memastikan Persib atau Persija melompati Borneo FC dan memimpin klasemen saat putaran pertama rampung. Jika laga berakhir imbang, Borneo FC tetap bertahan di posisi teratas. 

Dari sisi psikologis pertandingan, pelatih Persib Bojan Hodak menilai laga melawan Persija bukan pertandingan biasa. “Ini merupakan salah satu derbi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, saya tidak perlu memotivasi pemain lagi. Saya justru harus membuat mereka lebih tenang dan jangan terlalu emosional,” kata Hodak. Ia juga menegaskan keuntungan bermain di kandang bisa menjadi faktor pembeda. “Kami punya keuntungan bermain di kandang, stadion akan penuh, mereka ada di belakang kami, dan saya harap kami bisa mendapat hasil yang positif,” ucapnya. 

Namun Persib menghadapi tantangan dari sisi ketersediaan pemain. Striker Andrew Jung dipastikan absen pada laga 11 Januari karena mengalami cedera hamstring. Hodak menyebut cedera itu tidak berat, tetapi Jung belum siap dimainkan. “Jung terkena hamstring tapi bukan cedera serius,” kata Hodak, sembari menambahkan sang pemain baru diproyeksikan kembali untuk pertandingan berikutnya. 

Kondisi ini membuat Persib diprediksi lebih mengandalkan struktur permainan dan efisiensi serangan. Persib sejauh ini dikenal punya pertahanan paling rapat dengan catatan baru kebobolan 11 gol—terendah di liga. Dalam skema menyerang, Hodak disebut bakal menumpukan peran ujung tombak pada Ramon Tanque, dengan aliran bola banyak bertumpu pada kreativitas Marc Klok serta pergerakan sayap seperti Beckham Putra atau Berguinho. Kekuatan lain yang menonjol adalah transisi positif cepat, terutama ketika lawan kehilangan bola di area tengah. 

Menariknya, Hodak juga menyentil dimensi “biaya” dan kedalaman skuad Persija musim ini. Ia menilai Persija mengalami peningkatan kualitas karena banyak merekrut pemain baru, bahkan menyebut Macan Kemayoran sebagai salah satu tim dengan belanja terbesar di liga. 

Di kubu tamu, Persija datang dengan reputasi produktivitas tinggi. Mereka disebut sudah mencetak 32 gol, dengan Maxwell Souza menjadi tumpuan utama berkat koleksi 10 gol. Maxwell kerap bergerak dari sisi kanan untuk menusuk ke kotak penalti, dan dianggap sebagai ancaman utama bagi pertahanan Persib. 

Namun Persija juga disebut tidak dalam kondisi sepenuhnya ideal. Mereka dipastikan kehilangan Ryo Matsumura dan Fabio Silva, sementara kondisi Gustavo Almeida masih diragukan. Untuk meredam kekuatan sayap Persib, Mauricio Souza diproyeksikan mengandalkan struktur 3-4-3, dengan trio Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Thales Lira sebagai fondasi lini belakang. 

Mauricio Souza sendiri menegaskan timnya tetap percaya diri meski bermain di kandang Persib. “Kami tahu seperti apa kualitas dari Persib. Mereka tim dengan prestasi yang bagus dan memiliki beberapa pemain Tim Nasional Indonesia. Persib adalah tim yang kuat, tetapi saya percaya dengan kemampuan tim kami sendiri. Kami memiliki skuad yang solid dan ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa,” ujarnya. 

Dari catatan pertemuan, duel Persib vs Persija belakangan berjalan ketat. Dalam 10 pertemuan terakhir, Persib dan Persija sama-sama mencatat dua kemenangan, sementara enam laga lain berakhir imbang. Pada pertemuan terakhir di putaran kedua musim lalu (16 Februari 2025), kedua tim bermain 2-2. Rekam jejak ini mempertegas bahwa pertandingan di GBLA berpotensi ditentukan oleh detail kecil: disiplin bertahan, efektivitas transisi, serta ketajaman memaksimalkan peluang.

Dengan komposisi yang tidak sepenuhnya lengkap di kedua sisi—Persib tanpa Jung, Persija dengan beberapa absensi—laga diperkirakan tetap berlangsung agresif namun penuh kalkulasi. Sejumlah analis bahkan memprediksi skor tipis 2-1 untuk kemenangan Persib, dengan faktor tuan rumah dan catatan tertentu Hodak saat menghadapi Persija ikut diperhitungkan. 

Berita Terkait