01 May 2026, 01:33

Resmi Diluncurkan! Pos Lansia “Pelita” Jadi Senjata Baru Tangsel Tingkatkan Kesehatan 174 Ribu Lansia

Pos Lansia “Pelita” dirancang dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan layanan posyandu konvensional, mencakup aspek promotif dan preventif.

Reporter: Deden M Rojani
Editor: Zainur Akbar
13
Resmi Diluncurkan! Pos Lansia “Pelita” Jadi Senjata Baru Tangsel Tingkatkan Kesehatan 174 Ribu Lansia
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (kedua dari kanan dan Kepala Dinas Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar (kedua dari kiri). / Doc: Humas

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi meluncurkan Pos Lansia sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia. Peresmian fasilitas layanan berbasis masyarakat ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lansia ke-30 di Kelurahan Pondok Jagung, Kamis (30/4/2026), sekaligus menegaskan arah kebijakan daerah dalam memperkuat sektor kesehatan berbasis komunitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari implementasi strategi nasional sekaligus amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan fokus pada peningkatan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan bagi kelompok lansia yang jumlahnya terus meningkat.

Menurutnya Pos Lansia “Pelita” dirancang dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan layanan posyandu konvensional, mencakup aspek promotif, preventif, hingga pemantauan kesehatan secara berkala.

“Pos Lansia ‘Pelita’ dirancang sebagai layanan berbasis masyarakat dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan posyandu pada umumnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, layanan yang disediakan tidak hanya terbatas pada pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan, skrining dini, tindak lanjut hasil pemeriksaan, pemberdayaan masyarakat, hingga pemeriksaan kesehatan mental sebagai bagian dari pendekatan holistik.

Dalam pelaksanaannya, program ini turut menghadirkan Skrining Lansia Sederhana (SKILAS) yang difokuskan untuk mendeteksi risiko penurunan enam kapasitas intrinsik lansia, mulai dari fungsi kognitif, mobilitas fisik, status gizi, hingga gangguan sensorik dan kesehatan mental.

“Selain itu, pemerintah juga menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia serta pendampingan bagi caregiver informal dalam menjalankan perawatan berbasis program perawatan jangka panjang (PJP),” kata Allin.

Menurutnya pendekatan berbasis keluarga turut diperkuat melalui edukasi kepada pendamping lansia agar mampu memberikan perawatan yang optimal di lingkungan rumah.

“Program ini juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan seperti senam lansia, pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), hingga aktivitas kerajinan tangan yang bertujuan menjaga kesehatan fisik sekaligus meningkatkan fungsi kognitif serta menekan risiko depresi,” tambahnya.

Data pemerintah menunjukkan jumlah lansia di Kota Tangerang Selatan telah mencapai sekitar 174.423 jiwa, sehingga kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi semakin mendesak.

Merespons hal tersebut, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 35 Pos Lansia sepanjang 2026 yang akan diintegrasikan dengan berbagai layanan lain, seperti posyandu, sekolah lansia, serta program Griya Lansia di bawah Dinas Sosial.

“Integrasi lintas program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga aspek sosial dan kesejahteraan lansia,” tutur Allin.

Berita Terkait