23 January 2026, 14:56

Geger di Cengkareng, Mayat Bayi Ditemukan di Tumpukan Sampah Kali BCT, Polisi Selidiki Pembuang

Warga Cengkareng, Jakarta Barat, digegerkan temuan jasad bayi di aliran Kali BCT (Cengkareng Drain).

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
1,227
Geger di Cengkareng, Mayat Bayi Ditemukan di Tumpukan Sampah Kali BCT, Polisi Selidiki Pembuang
Ilustrasi garis polisi (Foto: Getty Images/D-Keine)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Warga Cengkareng, Jakarta Barat, digegerkan temuan jasad bayi di aliran Kali BCT (Cengkareng Drain). Bayi tersebut ditemukan di atas tumpukan sampah di aliran kali dan kini kasusnya ditangani aparat kepolisian untuk mengungkap pihak yang diduga membuangnya. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut temuan awal menunjukkan jasad bayi berada di tumpukan sampah dan masih terdapat tali pusar. “Berdasarkan data awal, bayi ditemukan di tumpukan sampah aliran kali dalam kondisi masih lengkap dengan tali pusar,” kata Budi Hermanto dalam keterangan di Jakarta, Jumat (23/1/2026). 

Budi menegaskan, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan rangkaian peristiwa dan pihak yang bertanggung jawab. “Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya. 

Ia menambahkan, jenazah bayi sudah dibawa ke RS Bhayangkara Pusdokkes Polri untuk pemeriksaan lanjutan sebagai bagian dari proses penyelidikan. 

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (21/1/2026). Dalam laporan kepolisian yang dikutip Antara, jasad bayi pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air saat menjalankan tugas pembersihan di area aliran kali. 

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Aang Kaharudin menyatakan jasad sudah dievakuasi dan kepolisian menunggu proses identifikasi serta pendalaman lanjutan. “Sudah dievakuasi, sementara menunggu identifikasi lanjutan dan proses pendalaman,” kata Aang saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026). 

Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sementara itu, tim Inafis Polres Metro Jakarta Barat melakukan identifikasi awal di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB pada hari yang sama.

Berita Terkait