BANDUNG, Perspektif.co.id - Persib Bandung memastikan diri sebagai juara paruh musim Super League 2025/2026 setelah menundukkan Persija Jakarta dengan skor 1-0 pada laga pekan ke-17 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore WIB. Gol cepat Beckham Putra Nugraha menjadi pembeda dalam duel klasik yang ketat dan penuh tekanan.
Tambahan tiga poin mengangkat Maung Bandung ke puncak klasemen dengan 38 poin dari 17 pertandingan. Persib unggul satu angka atas Borneo FC yang mengoleksi 37 poin dan harus turun ke peringkat kedua. Sementara Persija mengakhiri paruh musim di posisi ketiga dengan 35 poin.
Persib langsung “menampar” Persija sejak awal laga. Gol terjadi ketika pertandingan baru berjalan sekitar lima menit. Serangan dari sisi kanan berujung umpan silang yang gagal diantisipasi Bruno Tubarao, bola liar jatuh di area berbahaya dan disambar Beckham Putra untuk menaklukkan kiper Carlos Eduardo. Skor 1-0 membuat GBLA bergemuruh dan memaksa Persija mengejar sejak dini.
Meski tertinggal, Persija justru tampak lebih sering membangun peluang. Kesempatan emas didapat pada menit ke-38 ketika Maxwell Souza memanfaatkan umpan panjang dan berhadapan satu lawan satu dengan Teja Paku Alam. Namun, Teja tampil sigap memblok tembakan Maxwell. Tak lama berselang, Persija hampir menyamakan kedudukan lewat sepakan keras Allano dari luar kotak penalti pada menit ke-42 yang membentur tiang gawang. Persib bertahan dengan rapi, sehingga keunggulan 1-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Persija mencoba menaikkan intensitas. Akan tetapi, upaya itu terpukul setelah Bruno Tubarao diganjar kartu merah pada menit ke-53. Insiden terjadi saat duel dengan Beckham Putra; Beckham sempat terjatuh dan kemudian kakinya terinjak, sehingga wasit Ko Hyung-jin mengusir Tubarao. Situasi ini memaksa Persija melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Kondisi unggul jumlah pemain membuat Persib lebih leluasa mengatur tempo. Persib beberapa kali mendapatkan peluang untuk mengunci kemenangan, salah satunya melalui sundulan Julio Cesar yang masih bisa dibendung Carlos Eduardo, serta peluang Ramon Tanque yang juga diamankan sang kiper pada menit-menit akhir. Di sisi lain, Persija yang kekurangan pemain kesulitan menembus blok pertahanan tuan rumah, meski tetap mencoba mengandalkan serangan cepat. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang, sekaligus mengantar Persib menutup putaran pertama sebagai pemuncak klasemen.
Kemenangan ini juga terasa kontras dengan pernyataan Persija jelang laga. Pelatih Persija Mauricio Souza sebelumnya menekankan pentingnya laga di GBLA dan mengklaim persiapan tim berjalan sesuai rencana. “Kami tahu bagaimana pentingnya pertandingan ini, dan saya sudah memotivasi para pemain untuk menghadapi pertandingan besok,” ujar Mauricio dalam jumpa pers, Sabtu (10/1/2026). Bruno Tubarao pun sempat mengingatkan soal aspek non-teknis. “Kami harus fokus penuh… dan mengontrol emosi agar bisa menyelesaikan pertandingan dengan sebelas pemain,” kata Bruno. Namun di lapangan, Persija justru kehilangan Tubarao karena kartu merah saat laga krusial perebutan juara paruh musim.