18 February 2026, 15:05

Jangan Salah! Ini Niat Mandi Puasa Ramadhan, Hukumnya Bukan Wajib dan Berlaku Tiap Malam

Memasuki bulan suci Ramadhan, pertanyaan seputar niat mandi puasa kembali ramai diperbincangkan.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
943
Jangan Salah! Ini Niat Mandi Puasa Ramadhan, Hukumnya Bukan Wajib dan Berlaku Tiap Malam
bacaan niat mandi puasa Ramadhan lengkap dengan arti / Doc : istimewa

Perspektif.co.id - Memasuki bulan suci Ramadhan, pertanyaan seputar niat mandi puasa kembali ramai diperbincangkan. Banyak umat Islam mengira mandi wajib menjadi syarat sebelum menjalankan ibadah puasa. Padahal, ketentuan tersebut tidak termasuk dalam syarat sah puasa Ramadhan.

Niat mandi puasa Ramadhan sejatinya merujuk pada mandi sunnah yang dianjurkan dilakukan pada malam hari di bulan suci. Adapun lafaz niat mandi sunnah Ramadhan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min ramadhana lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Dilansir dari penjelasan NU Online, tidak ada ketentuan yang mewajibkan mandi wajib sebelum memasuki bulan Ramadhan atau sebelum menjalankan puasa. Syarat wajib puasa sendiri telah dijelaskan dalam hadis Nabi dan keterangan para ulama, yakni beragama Islam, telah baligh, berakal sehat, mampu menjalankan puasa, serta mengetahui masuknya bulan Ramadhan.

Terkait hal ini, Ustaz Syamsul Arifin dari NU Online menegaskan bahwa mandi wajib bukan bagian dari syarat sah puasa. “Jelas, penjelasan di atas tidak menyertakan wajib mandi untuk melakukan puasa Ramadhan. Mandi wajib bukan merupakan keharusan menjelang bulan Ramadhan. Sebab, mandi wajib hanya diharuskan bagi orang berhadats besar yang hendak melakukan ibadah yang memang disyaratkan demikian seperti shalat lima waktu dan tawaf, sedangkan puasa tidak termasuk,” ujarnya, dikutip Rabu (18/2/2026).

Dengan demikian, mandi yang dianjurkan di bulan Ramadhan adalah mandi sunnah, bukan mandi wajib, kecuali seseorang memang sedang dalam kondisi hadas besar yang mengharuskannya mandi sebelum melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat.

Dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81) disebutkan bahwa salah satu mandi yang disunnahkan adalah mandi setiap malam di bulan Ramadhan. Imam Al-Adzra’i sempat membatasi anjuran tersebut bagi mereka yang hendak menghadiri salat berjemaah. Namun, pendapat yang lebih kuat menyatakan kesunahan mandi berlaku secara umum tanpa pembatasan.

Penjelasan lebih lanjut disampaikan Sayyid Abu Bakar Syatha’ dalam kitab I’anatut Thalibin. Ia menerangkan bahwa mandi sunnah setiap malam Ramadhan termasuk bagian dari mandi-mandi yang dianjurkan dalam syariat.

Dalam keterangannya disebutkan bahwa waktu pelaksanaan mandi sunnah tersebut dimulai sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar shadiq. Artinya, umat Islam dapat melaksanakan mandi sunnah setelah waktu Maghrib hingga sebelum Subuh.

“Adapun menurut Imam Ali Syibramalisi, waktu kesunahan mandi di setiap malam pada bulan Ramadhan tersebut mulai berlaku saat matahari telah tenggelam di ufuk barat, dan berakhir sampai terbitnya fajar shadiq,” sebagaimana dikutip dari I’anatut Thalibin (Beirut, Darul Fikr: 1997 M, juz II, halaman 85).

Dari berbagai penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa mandi sunnah di malam Ramadhan bersifat anjuran untuk menambah kesempurnaan ibadah, bukan syarat sah puasa. Sementara mandi wajib hanya berlaku bagi mereka yang berada dalam keadaan hadas besar dan hendak melaksanakan ibadah yang memang mensyaratkannya.

Berita Terkait