TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Lenovo memamerkan Yoga Book Pro 3D di MWC 2026, sebuah konsep laptop dua layar dengan teknologi 3D tanpa kacamata yang menargetkan kreator profesional dan pengembang 3D. Perangkat ini menggabungkan dua panel OLED 3.2K, kamera 50 MP untuk pelacakan gestur, serta dukungan AI untuk mengubah gambar 2D menjadi model 3D secara instan.
Lenovo memperkenalkan Yoga Book Pro 3D pada ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona sebagai perangkat eksperimental yang dirancang untuk mempercepat proses pembuatan konten tiga dimensi. Laptop ini hadir dengan dua layar OLED tandem 16:10 beresolusi 3.2K dan refresh rate 120 Hz, di mana panel atas menampilkan konten 3D tanpa kacamata, sementara panel bawah berfungsi sebagai layar input interaktif yang dapat berubah menjadi keyboard atau kanvas digital.
Perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 7 (kemungkinan generasi Arrow Lake atau Panther Lake) yang dipadukan dengan GPU Nvidia GeForce RTX 5070/5070 Ti, RAM LPDDR5x hingga 64 GB, serta penyimpanan 1 TB. Lenovo juga menyertakan baterai 92 Wh, dua port Thunderbolt 4, dua USB-A 10 Gbps, HDMI 2.1, jack audio 3.5 mm, dan pembaca kartu SD. Bobotnya mencapai 2,7 kg, menegaskan posisinya sebagai workstation portabel kelas berat.
Kamera 50 MP dengan sensor RGB di bagian atas layar menjadi pusat interaksi baru. Kamera ini mampu mendeteksi gerakan tangan untuk memutar, memperbesar, atau memanipulasi objek 3D secara langsung. Seorang jurnalis CNET yang menjajal perangkat ini menyebut bahwa model 3D dapat “dibentuk” menggunakan dua tangan, meski responsnya masih belum sempurna.
“Gambar seekor tikus berubah menjadi model 3D penuh tepat di depan mata kami,” ujar reporter CNET yang menguji prototipe tersebut.
Lenovo juga menambahkan fitur aksesori fisik berupa alat klip yang dapat ditempelkan ke layar bawah untuk memunculkan slider cahaya, warna, dan ukuran secara instan. Pengguna dapat mengekspor model 3D langsung ke Blender, sebuah fitur yang dinilai menarik bagi kreator digital. Namun, beberapa penguji mempertanyakan kesiapan teknologi ini dan apakah kreator benar-benar membutuhkan workflow seperti ini.
“Konsep ini terasa seperti bekerja di masa depan, meski belum jelas apakah akan benar-benar dipasarkan,” tulis PCMag setelah menjajal perangkat tersebut.
Meski belum ada kepastian rilis komersial, Yoga Book Pro 3D menunjukkan arah baru Lenovo dalam menggabungkan AI, input gestur, dan layar 3D untuk menciptakan workstation kreatif generasi berikutnya. Jika dipasarkan, perangkat ini berpotensi menjadi alat revolusioner bagi animator, desainer, dan pengembang 3D—meski kemungkinan hadir dengan harga premium yang bisa menembus kisaran belasan hingga puluhan juta rupiah (perkiraan kasar berdasarkan kelas perangkat workstation premium global).