07 March 2026, 07:07

Snapdragon Wear Elite Meledak di MWC 2026: Chip AI Wearable Paling Bertenaga Siap Ubah Pasar Global

Snapdragon Wear Elite debut di MWC 2026 dengan AI on-device, CPU 5x lebih cepat, baterai lebih lama, dan konektivitas 5G untuk smartwatch generasi baru.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
392
Snapdragon Wear Elite Meledak di MWC 2026: Chip AI Wearable Paling Bertenaga Siap Ubah Pasar Global
Ilustrasi menggambarkan Snapdragon Wear Elite 2026 menampilkan chip AI dan wearable transparan dengan sirkuit internal, latar merah futuristik. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Qualcomm mengguncang panggung MWC Barcelona 2026 dengan memperkenalkan Snapdragon Wear Elite, platform wearable AI generasi baru yang dirancang untuk mendorong jam tangan pintar dan perangkat AI portabel ke level yang belum pernah ada sebelumnya. Chip ini hadir sebagai lini Elite pertama untuk perangkat wearable, memanfaatkan proses fabrikasi 3nm, CPU lima inti, GPU yang jauh lebih kencang, serta NPU khusus yang memungkinkan pemrosesan AI langsung di perangkat.

Qualcomm menegaskan bahwa lompatan performa ini bukan sekadar peningkatan generasi, melainkan reposisi total wearable dari perangkat pendamping menjadi sistem komputasi AI mandiri. Perusahaan menyebut bahwa perangkat pertama berbasis Snapdragon Wear Elite akan mulai hadir dalam beberapa bulan ke depan, dengan dukungan dari Google, Samsung, dan Motorola.

“Snapdragon Wear Elite menghadirkan AI personal yang benar-benar berjalan di perangkat, memungkinkan pengalaman yang lebih cerdas, responsif, dan kontekstual,” ujar Alex Katouzian, EVP Qualcomm MCX.

Chip ini membawa peningkatan performa CPU hingga lima kali lipat dan GPU hingga tujuh kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, sekaligus menawarkan efisiensi daya yang lebih baik hingga 30% untuk penggunaan harian yang lebih panjang. Qualcomm juga menjanjikan pengisian cepat yang mampu mencapai 50% hanya dalam 10 menit—fitur yang sangat krusial bagi pengguna wearable yang menginginkan perangkat selalu aktif.

“Kami membangun platform ini untuk era AI agentic, di mana perangkat wearable bukan lagi sekadar alat pelacak, tetapi asisten cerdas yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri,” kata Qualcomm dalam pernyataan resminya.

Snapdragon Wear Elite juga membawa dukungan konektivitas hexa-connectivity, termasuk 5G RedCap, Wi-Fi mikro daya, Bluetooth 6.0, UWB, GNSS, hingga NB-NTN untuk komunikasi satelit. Kombinasi ini memungkinkan perangkat wearable tetap terhubung di berbagai kondisi, termasuk area tanpa sinyal seluler.

Dengan kemampuan menjalankan model AI hingga dua miliar parameter secara lokal, chip ini membuka pintu bagi fitur-fitur baru seperti rekomendasi kontekstual real-time, interaksi suara natural, life logging otomatis, hingga agen AI yang mampu mengatur aktivitas pengguna tanpa bergantung pada cloud.

“Ini adalah langkah besar menuju ‘Ecosystem of You’, di mana kecerdasan perangkat mengikuti pengguna di setiap konteks,” tambah Katouzian.

Peluncuran ini menandai upaya Qualcomm untuk menantang dominasi Apple Watch yang masih menguasai lebih dari 50% pasar global. Dengan dukungan ekosistem Wear OS dan produsen besar, Snapdragon Wear Elite berpotensi menjadi titik balik bagi pasar smartwatch Android yang selama ini tertinggal dalam performa dan efisiensi.

Berita Terkait