21 February 2026, 06:22

Microsoft Gempur Asia dengan Cloud Baru: Investasi Miliar & Pendapatan Tembus Rekor

Microsoft perluas cloud di Asia: investasi besar, region Azure baru, pendapatan melonjak, AI dan chip generasi berikutnya siap.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
698
Microsoft Gempur Asia dengan Cloud Baru: Investasi Miliar & Pendapatan Tembus Rekor
Ilustrasi ekspansi cloud & AI Microsoft di Jakarta: investasi US$1,7 miliar, region Azure, data center, chip Maia 200. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft memacu ekspansi besar-besaran dalam layanan komputasi awan dan AI di Asia, khususnya Indonesia. Perusahaan itu mengumumkan investasi US$1,7 miliar untuk infrastruktur cloud dan AI di Indonesia hingga 2028, meluncurkan region Azure pertama di Indonesia (Indonesia Central) pada Mei 2025, dan menambahkan layanan cloud serta AI generasi berikutnya di Jakarta pada November 2025. Langkah ini dimaksudkan memperkuat fondasi digital nasional dan mendorong ekosistem ekonomi berbasis AI di dalam negeri.

Pengumuman layanan terbaru disampaikan di ajang Cloud & AI Innovation Summit di Jakarta, dihadiri lebih dari 200 pemimpin perusahaan, mitra, dan instansi publik. Turut hadir sebagai pembicara Mike Chan (GM Microsoft Asia Azure AI Apps & Agents) dan Dharma Simorangkir (Presiden Direktur Microsoft Indonesia). Menurut Microsoft, inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah Golden Indonesia 2045, mendorong transformasi digital, serta riset IDC yang memperkirakan nilai ekonomi baru sebesar ~US$15,2 miliar (2025–2028) dari ekosistem cloud, di mana Indonesia Central diperkirakan menyumbang ~16,5% dan menciptakan lebih dari 106.000 lapangan kerja baru.

“Dengan layanan Cloud dan AI terbaru yang kini hadir di Indonesia Central, kami membuka peluang bagi setiap organisasi untuk berinovasi di Indonesia, untuk Indonesia. Kami mengajak perusahaan, developer, dan institusi publik untuk memanfaatkan infrastruktur lokal ini dan menghadirkan solusi yang menjawab tantangan serta peluang paling penting bagi Indonesia,” ujar Dharma Simorangkir. Beberapa layanan Azure utama kini tersedia secara lokal di Indonesia Central, antara lain Azure App Services untuk mempercepat pembuatan aplikasi cerdas, Azure Database untuk pengelolaan data kritikal, serta infrastruktur AI (misalnya VM seri NVadsA10_v5 dan NCads_H100_v5) untuk pelatihan model AI besar. Layanan Microsoft 365 Copilot juga telah aktif lewat region lokal ini, membawa AI ke dalam alur kerja sehari-hari, bersama GitHub Copilot untuk memacu produktivitas pengembang.

“Visi Indonesia dalam mengembangkan AI dan transformasi digital membutuhkan infrastruktur terpercaya sebagai fondasinya. Dengan peluncuran cloud region Indonesia Central, kami menghadirkan kekuatan penuh Microsoft cloud lebih dekat kepada para inovator di Indonesia — memberdayakan setiap developer, organisasi, dan lembaga pemerintahan untuk berinovasi di dalam negeri dengan peluang untuk memperluas jangkauan secara global,” tutur Scott Guthrie, Executive Vice President Cloud & AI Microsoft. Inisiatif serupa juga berlangsung di kawasan Asia. Pada 2025 Microsoft menambah region pusat data baru di Malaysia dan Indonesia, serta berencana membuka region di India dan Taiwan pada 2026 . Perusahaan juga mengumumkan rencana region kedua di Malaysia (sebutan Southeast Asia 3) untuk memperdalam jangkauan cloud di Asia Tenggara.

Kinerja bisnis cloud Microsoft pun kian mengesankan. Dalam laporan keuangan kuartal terakhir, pendapatan Azure dan layanan cloud lainnya tumbuh 39% tahun-ke-tahun (year-on-year) hingga menembus US$50 miliar. Bahkan, commercial bookings Azure melonjak 230% berkat komitmen besar OpenAI dan Anthropic. Seiring permintaan AI yang melesat, Microsoft juga meluncurkan chip AI in-house terbaru, Maia 200, yang didesain untuk menampung model GPT-5.2 dan model AI besar lain di Azure, serta bersaing dengan chip serupa dari Amazon dan Google. Di lini layanan AI, Microsoft menjadi salah satu hyperscaler pertama yang menyediakan model Grok 3 (dari startup xAI milik Elon Musk) secara terkelola di platform Azure AI Foundry. Integrasi ini memberikan SLA Azure yang sama seperti layanan Microsoft lainnya, menjadikan Grok 3 tersedia langsung dalam ekosistem Azure.

Secara global Microsoft kini memiliki lebih dari 70 region Azure di 33 negara, terbanyak dibanding penyedia cloud lain. Lebih dari 100 organisasi Indonesia telah menggunakan Azure dari Indonesia Central untuk mempercepat transformasi digital mereka. Perusahaan besar seperti Adaro, BCA, Pertamina, Telkom, Manulife, dan Binus University sudah bergabung, memanfaatkan infrastruktur hyperscale lokal untuk menyimpan data di Indonesia dan merasakan manfaat keamanan serta kinerja berstandar global.

“Cloud dan AI bukan lagi sekadar teknologi; keduanya kini menjadi tulang punggung daya saing nasional,” tambah Dharma Simorangkir. “Fokus kami tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat Indonesia siap memimpin di era AI.” Komitmen jangka panjang Microsoft senilai US$1,7 miliar (2024–2028) untuk pengembangan cloud dan AI di Indonesia memastikan visi ini terwujud, seiring perusahaan mendorong ekosistem inovasi dan penguatan talenta digital nasional.

Berita Terkait