05 December 2025, 16:48

Pendiri Binance Yi He Naik Jadi Co-CEO, Siap Dampingi Richard Teng Benahi Raksasa Kripto

Bursa kripto global Binance menunjuk salah satu pendirinya, Yi He, sebagai co-CEO mendampingi Richard Teng dalam struktur kepemimpinan ganda perusahaan.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,560
Pendiri Binance Yi He Naik Jadi Co-CEO, Siap Dampingi Richard Teng Benahi Raksasa Kripto
Ilustrasi binance (Foto: Kanchanara/Unsplash)

JAKARTA,Perspektif.co.id – Bursa kripto global Binance menunjuk salah satu pendirinya, Yi He, sebagai co-CEO mendampingi Richard Teng dalam struktur kepemimpinan ganda perusahaan. Penunjukan ini diumumkan pada Rabu (3/12/2025) dan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekspansi dan tata kelola Binance di tengah ketatnya pengawasan regulator internasional.

Mengutip laporan Yahoo Finance, Yi He merupakan eksekutif senior yang telah berkarya lebih dari delapan tahun di Binance. Berdasarkan profil LinkedIn, saat ini ia menjabat sebagai Chief Customer Service Officer dan terlibat langsung dalam pengelolaan pengalaman pengguna di platform tersebut.

Dengan formasi dua pucuk pimpinan ini, Binance menargetkan perluasan kehadiran global secara lebih terukur sekaligus memperkuat kepatuhan terhadap regulasi di berbagai yurisdiksi. Penunjukan Yi He disebut sebagai bagian dari dorongan perseroan untuk meningkatkan skala operasi dan membangun infrastruktur yang siap menghadapi tantangan masa depan industri kripto.

“Yi telah menjadi bagian integral dari tim kepemimpinan eksekutif sejak peluncuran Binance,” ujar co-CEO Richard Teng saat mengumumkan keputusan itu dalam pidato pembukaan ajang Binance Blockchain Week. Teng menegaskan kehadiran Yi di posisi co-CEO diharapkan memperkuat kesinambungan strategi dan budaya perusahaan yang sudah dibangun sejak awal.

Teng sendiri ditunjuk sebagai CEO Binance pada 2023, menggantikan pendiri Binance Changpeng Zhao atau CZ. Pergantian tersebut terjadi setelah CZ mengaku bersalah melanggar undang-undang anti pencucian uang Amerika Serikat dan menyetujui pembayaran denda pribadi sebesar USD 50 juta atau sekitar Rp 831,39 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.627 per dolar AS). Selain denda, CZ juga dijatuhi hukuman hampir empat bulan penjara tahun lalu.

Secara profil, Zhao merupakan warga negara Kanada yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya hingga usia 12 tahun di China. Sementara itu, Yi He dikenal sebagai mantan pembawa acara program perjalanan di televisi China sebelum kemudian merambah dunia teknologi dan menjadi salah satu figur utama di balik pertumbuhan Binance.

Sebelum bergabung dengan Binance, Teng berkarier di lembaga regulator keuangan. Pada November lalu, ia menyatakan belum ada keputusan apakah CZ akan kembali ke bursa setelah mendapat pengampunan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Oktober 2025.

Di sisi lain, CZ juga belum lepas dari sorotan publik terkait denda jumbo USD 4,3 miliar yang dikenakan Departemen Kehakiman AS (DoJ) terhadap Binance pada 2023. Dalam pernyataan terbarunya, ia menegaskan tidak pernah mengajukan permohonan pengembalian dana atas denda tersebut.

Dikutip dari CoinMarketCap, Senin (17/11/2025), CZ justru menyampaikan skenario berbeda yang mengejutkan pasar. Ia menyatakan bahwa jika suatu hari ada bagian dari denda itu yang dikembalikan, dirinya berniat menginvestasikan kembali dana tersebut di Amerika Serikat sebagai bentuk apresiasi.

Pernyataan itu langsung menarik perhatian komunitas kripto global karena bernada diplomatis dan berpotensi berdampak pada hubungan Binance dengan regulator. Langkah tersebut oleh sebagian pihak dibaca sebagai upaya CZ “merapikan hubungan” dengan otoritas AS sekaligus menunjukkan komitmen kerja sama jangka panjang.

Sikap ini juga memberi sinyal bahwa Binance masih berkepentingan mempertahankan peran di pasar Amerika Serikat, yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas dan sentimen utama industri kripto dunia.

Denda USD 4,3 miliar yang disinggung CZ berasal dari penyelidikan besar yang dilakukan DoJ terhadap Binance dan afiliasinya. Investigasi itu berujung pada penyelesaian hukum bernilai jumbo pada 2023, di mana Binance dan CZ sepakat membayar denda terkait dugaan pelanggaran aturan, termasuk kegagalan menerapkan kontrol anti pencucian uang (anti-money laundering/AML) dan beroperasi tanpa registrasi yang sesuai.

Penegakan hukum tersebut menjadi salah satu tindakan terbesar dalam sejarah penindakan di sektor aset kripto. Selain denda, CZ juga diwajibkan melepaskan jabatannya sebagai CEO Binance sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian kasus dengan otoritas AS.

Pernyataan terbaru mengenai kemungkinan reinvestasi dana denda itu kembali disorot oleh akun pemantau industri kripto Wu Blockchain, yang merangkum sikap CZ bahwa dana tersebut—jika suatu saat dikembalikan—akan ditanamkan lagi di Amerika Serikat. Namun ia menegaskan, hingga kini belum ada permohonan resmi refund yang diajukan.

Meski bersifat hipotetis, pernyataan CZ dipandang menggambarkan keinginannya membangun kembali hubungan konstruktif dengan pemerintah AS. Jika skenario itu terwujud, langkah tersebut berpotensi membantu memulihkan posisi Binance di pasar Amerika serta mendukung berbagai inisiatif pengembangan blockchain atau kerangka regulasi di negara tersebut.

Di tengah kecilnya peluang pengembalian dana, pernyataan CZ tetap menunjukkan fokus pada pemulihan kepercayaan dan sikap kooperatif terhadap regulator. Sikap terbuka ini juga bisa dibaca sebagai sinyal positif bagi industri kripto secara keseluruhan yang kini berada di bawah pengawasan semakin ketat di berbagai negara.

Dalam konteks itu, kombinasi restrukturisasi kepemimpinan melalui penunjukan Yi He sebagai co-CEO dan perubahan sikap komunikasi CZ terhadap regulator dinilai sebagai bagian dari upaya Binance menata tata kelola internal sekaligus menjaga posisinya sebagai salah satu pemain utama di ekosistem kripto global.

Berita Terkait