JAKARTA, Perspektif.co.id - Sebuah pesawat penumpang milik Iran Air dilaporkan menjadi target serangan Amerika Serikat dan Israel saat berada di Bandara Bushehr, Iran selatan, pada Selasa (3/3/2026). Informasi itu mencuat setelah pernyataan yang dikaitkan dengan perwakilan diplomatik Iran di Tokyo beredar di media sosial, yang menyebut pesawat jenis Airbus A319 sebagai sasaran serangan di area bandara.
Dalam materi yang beredar, tampak kawasan bandara mengalami kerusakan parah dengan kepulan asap hitam yang terlihat jelas, disertai kobaran api di sekitar titik dampak. Sejumlah laporan menyebut pesawat itu berada di darat ketika serangan terjadi, sehingga insiden ini menambah daftar fasilitas sipil yang ikut terdampak di tengah eskalasi konflik yang makin meluas.
Selain Bushehr, laporan media pemerintah Iran juga menyebut area sekitar Bandara Mehrabad di Teheran turut diserang dalam rangkaian gempuran yang dikaitkan dengan operasi AS–Israel. Situasi tersebut mempertegas bahwa titik-titik transportasi dan infrastruktur penerbangan ikut masuk dalam pusaran konflik, seiring intensitas serangan yang disebut meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Serangan terhadap aset penerbangan sipil ini terjadi di tengah memanasnya kawasan Timur Tengah setelah gelombang serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari memicu balasan dari Teheran. Dalam perkembangan berikutnya, Iran dilaporkan membidik Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, sementara serangan balasan terus bergulir dan menimbulkan korban besar. Sejumlah laporan internasional juga mencatat angka korban tewas di Iran telah menembus lebih dari 1.000 orang akibat rentetan serangan dan respons yang saling berbalas.
Di tengah situasi tersebut, laporan-laporan yang memotret pesawat Iran Air di Bushehr menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan penerbangan sipil dan potensi dampak lanjutan pada aktivitas transportasi udara. Gangguan keamanan di wilayah konflik juga telah berimbas pada penerbangan di kawasan, termasuk perubahan rute dan penyesuaian jadwal di sejumlah negara yang terhubung dengan jalur udara Timur Tengah.