16 February 2026, 19:32

Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Digelar Besok Pukul 16.00 WIB, Ini Prediksi dan Tahap Penentuannya

Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
862
Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Digelar Besok Pukul 16.00 WIB, Ini Prediksi dan Tahap Penentuannya
Ilustrasi sidang isbat (Foto: Grandyos Zafna)

Perspektif.co.id - Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. Agenda tahunan tersebut akan dimulai pukul 16.00 WIB dan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Mengacu pada informasi dari laman Bimas Islam Kemenag, sidang isbat menjadi forum resmi pemerintah dalam menentukan awal Ramadan. Penyelenggaraannya memiliki landasan hukum melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat.

Regulasi tersebut mengatur mekanisme penetapan awal bulan Hijriah dengan memadukan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatulhilal (pemantauan hilal), termasuk penggunaan kriteria imkanur rukyat MABIMS. Aturan itu juga menjadi dasar tata cara pelaksanaan sidang isbat dalam menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Berdasarkan data hisab, posisi hilal saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran -2° 24,71' hingga 0° 58,08' dengan sudut elongasi antara 0° 56,39' sampai 1° 53,60'.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa secara hitungan awal, posisi tersebut belum memenuhi ambang kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS.

“Secara perhitungan, posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” kata Arsad.

Ia menambahkan, ijtimak atau konjungsi diperkirakan terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Data astronomi tersebut menjadi pijakan awal untuk memperkirakan kemungkinan terlihatnya hilal, sebelum dikonfirmasi melalui rukyat di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

“Seluruh data hisab dan hasil rukyat nantinya akan dibahas dalam sidang isbat sebelum ditetapkan secara resmi oleh Menteri Agama,” ujarnya.

Secara teknis, pelaksanaan sidang isbat 1 Ramadan 1447 H akan melalui sejumlah tahapan, yakni pemaparan posisi hilal berdasarkan data hisab, penerimaan laporan hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah, pelaksanaan sidang penetapan secara tertutup, dan pengumuman hasil kepada publik melalui konferensi pers.

Sidang tersebut akan dihadiri Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, hingga duta besar negara sahabat.

Arsad mengimbau masyarakat untuk menanti hasil resmi pemerintah dan tidak berspekulasi sebelum keputusan diumumkan. “Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah. Sidang isbat adalah mekanisme resmi penetapan awal Ramadan di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Ramadan 1447 H atau 2026 M diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Artinya, awal puasa tahun ini diprediksi berlangsung pada pekan ini.

Berita Terkait