Perspektif.co.id - Persaingan platform microblogging memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya, Threads (Meta) tercatat melampaui X dalam jumlah pengguna aktif harian (daily active users/DAU) di perangkat seluler secara global. Data perusahaan intelijen pasar Similarweb yang dikutip laporan TechCrunch menunjukkan, per 7 Januari 2026, Threads meraih 141,5 juta DAU pada aplikasi iOS dan Android, sementara X berada di kisaran 125 juta DAU.
Jika ditarik ke rata-rata awal Januari, sejumlah laporan media juga menyebut Threads sempat berada di kisaran 143 juta DAU di mobile secara global, sedangkan X sekitar 126 juta. Di sisi lain, gambaran tahunannya memperlihatkan tren yang kontras: Threads tumbuh 37,8% secara year-on-year, sedangkan DAU harian X di mobile turun 11,9% pada periode pembanding yang sama, masih merujuk pada rangkuman data Similarweb.
Meski “kalah” secara global di mobile, X masih memimpin tipis di pasar Amerika Serikat. Similarweb mencatat, pada awal Januari, X memiliki sekitar 21,2 juta DAU di mobile di AS, dibanding Threads sekitar 19,5 juta. Namun laju pertumbuhan Threads di AS disebut jauh lebih kencang dalam setahun terakhir: Threads melonjak hampir 42%, sedangkan X sekitar 18%.
Peta persaingan menjadi berbeda ketika berpindah ke akses web/desktop. Similarweb mencatat, per 13 Januari 2026, X masih menguasai trafik berbasis browser dengan sekitar 145,4 juta kunjungan web harian, sementara Threads berada jauh di bawahnya dengan sekitar 8,5 juta kunjungan web harian dari domain Threads.com dan Threads.net secara gabungan. Artinya, Threads menang di “kebiasaan mobile global”, tetapi X tetap dominan di web—yang biasanya juga menjadi rujukan kuat bagi pengiklan dan penerbit konten berbasis situs.
Laporan TechCrunch menilai kenaikan Threads lebih mencerminkan tren jangka panjang, bukan semata reaksi sesaat terhadap kontroversi yang menimpa X. Similarweb juga menyebut Threads sudah menyalip X sejak sekitar akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring pertumbuhan yang konsisten. Sejumlah faktor yang sering disebut mendorong pertumbuhan itu antara lain promosi silang dari ekosistem Meta (Instagram/Facebook), fokus pada kreator, serta percepatan fitur—mulai dari komunitas berbasis minat, penyaringan yang lebih baik, DM, dukungan teks panjang, unggahan sementara, hingga uji coba gim.
Di luar dua pemain besar itu, data Similarweb yang dikutip media juga menyorot Bluesky—platform yang didirikan Jack Dorsey. Basis pengguna mobile hariannya disebut berada di kisaran 3,6 juta dan turun sekitar 44,4% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan bahwa pasar alternatif microblogging masih sangat terkonsentrasi, sementara pemain kecil rentan berfluktuasi setelah lonjakan minat sesaat.
Di saat yang sama, X masih dibayangi sorotan terkait chatbot Grok (xAI) yang disalahgunakan untuk membuat gambar seksual non-konsensual. Dalam laporan TechCrunch, Elon Musk menulis bahwa ia “not aware of any naked underage images generated by Grok” (tidak mengetahui adanya gambar telanjang anak di bawah umur yang dihasilkan Grok), ketika isu itu menjadi perhatian publik.
Kontroversi tersebut memicu respons regulator. Jaksa Agung California, Rob Bonta, mengumumkan pembukaan investigasi terhadap xAI terkait dugaan peredaran gambar seksual hasil AI yang melibatkan perempuan dan anak-anak. (oag.ca.gov) Di Inggris, Ofcom juga menyatakan membuka investigasi formal terhadap X berdasarkan rezim Online Safety Act terkait konten ilegal dan kewajiban perlindungan pengguna. (www.ofcom.org.uk) Reuters turut melaporkan langkah “cease-and-desist” dari otoritas California yang menuntut penghentian produksi dan distribusi citra seksual non-konsensual—yang menambah tekanan reputasi dan regulasi pada ekosistem X/xAI.
Dengan DAU sebagai salah satu metrik paling dipantau dalam ekonomi platform, pergeseran posisi Threads di mobile global memberi sinyal penting: kebiasaan pengguna (dan potensi inventori iklan) bisa berubah lebih cepat di ponsel dibanding web. Namun, dominasi web X menunjukkan “perang total” belum selesai—karena jangkauan dan keterikatan pengguna berbasis browser masih menjadi penopang besar bagi arus trafik, diskursus, serta monetisasi.