01 December 2025, 19:24

1 dari 5 Warga Indonesia Meninggal karena Stroke, Kenali Gejala FAST Sebelum Terlambat

Stroke adalah silent killer yang datang tanpa tanda. Mengenali gejala awal dan bergerak cepat bisa menjadi perbedaan antara hidup, kecacatan, atau kematian.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,625
1 dari 5 Warga Indonesia Meninggal karena Stroke, Kenali Gejala FAST Sebelum Terlambat
Stroke. Bahaya mengincar setiap hari.

Perspektif.co.id - Stroke kembali ditegaskan sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia, menempati posisi nomor satu dengan kontribusi sekitar 1 dari 5 kematian nasional. Angka kematian mencapai 357 ribu jiwa per tahun, menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Lonjakan kasus ini tidak hanya menempatkan Indonesia pada posisi mengkhawatirkan, tetapi juga menempatkan negara ini di peringkat ke-11 dengan angka kematian stroke tertinggi di dunia. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kesadaran masyarakat akan gejala awal stroke masih sangat rendah.

Banyak orang menganggap tanda-tanda awal seperti pusing mendadak, wajah mencong, penglihatan kabur, atau tangan lemas sebagai kelelahan biasa. Padahal, setiap menit tanpa penanganan medis dapat membuat jutaan sel otak mati permanen.

Penyebab dan Faktor Risiko

Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena sumbatan (iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (hemoragik). Faktor yang tidak bisa diubah meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga.

Sementara faktor yang dapat dicegah mencakup:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas
  • Kurang aktivitas fisik
  • Pola makan tidak sehat

Mengendalikan faktor risiko tersebut dapat menurunkan kemungkinan terjadinya stroke secara signifikan.

Kenali Tanda Stroke dengan FAST

Masyarakat diminta mengingat metode FAST, cara cepat mengenali gejala:

  • F (Face): Wajah menurun di satu sisi
  • A (Arms): Lengan sulit diangkat
  • S (Speech): Bicara pelo atau sulit dimengerti
  • T (Time): Segera ke IGD

Gejala kadang muncul hanya satu, seperti pusing mendadak atau penglihatan kabur. Karena itu, dokter menegaskan agar masyarakat tidak menunggu gejala memburuk dan segera menuju fasilitas kesehatan yang memiliki layanan penanganan stroke darurat.

Dalam kasus stroke iskemik, dokter dapat memberikan obat pelarut bekuan darah atau melakukan tindakan trombektomi untuk mengangkat sumbatan. Kedua prosedur tersebut sangat bergantung pada kecepatan penanganan.

Setelah melewati fase akut, perjalanan pemulihan tidak berhenti begitu saja. Pasien stroke membutuhkan rehabilitasi jangka panjang seperti fisioterapi, terapi okupasi, hingga terapi wicara guna memulihkan fungsi tubuh dan menjaga kemandirian.

Pencegahan Masih yang Terbaik

Pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi masyarakat berusia 40 tahun ke atas, menjadi langkah penting untuk deteksi dini. 

Dengan demikian perlu adanya kesadaran untuk mewaspadai stroke sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kenali gejala FAST, faktor risiko, dan pentingnya penanganan cepat dalam golden period. Artikel ini mengulas penyebab, pencegahan, dan langkah penanganan stroke secara lengkap.***

Berita Terkait