Perspektif.co.id - Stroke kembali ditegaskan sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia, menempati posisi nomor satu dengan kontribusi sekitar 1 dari 5 kematian nasional. Angka kematian mencapai 357 ribu jiwa per tahun, menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Lonjakan kasus ini tidak hanya menempatkan Indonesia pada posisi mengkhawatirkan, tetapi juga menempatkan negara ini di peringkat ke-11 dengan angka kematian stroke tertinggi di dunia. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kesadaran masyarakat akan gejala awal stroke masih sangat rendah.
Banyak orang menganggap tanda-tanda awal seperti pusing mendadak, wajah mencong, penglihatan kabur, atau tangan lemas sebagai kelelahan biasa. Padahal, setiap menit tanpa penanganan medis dapat membuat jutaan sel otak mati permanen.
Penyebab dan Faktor Risiko
Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena sumbatan (iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (hemoragik). Faktor yang tidak bisa diubah meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga.
Sementara faktor yang dapat dicegah mencakup:
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Diabetes
- Kebiasaan merokok
- Obesitas
- Kurang aktivitas fisik
- Pola makan tidak sehat
Mengendalikan faktor risiko tersebut dapat menurunkan kemungkinan terjadinya stroke secara signifikan.
Kenali Tanda Stroke dengan FAST
Masyarakat diminta mengingat metode FAST, cara cepat mengenali gejala:
- F (Face): Wajah menurun di satu sisi
- A (Arms): Lengan sulit diangkat
- S (Speech): Bicara pelo atau sulit dimengerti
- T (Time): Segera ke IGD
Gejala kadang muncul hanya satu, seperti pusing mendadak atau penglihatan kabur. Karena itu, dokter menegaskan agar masyarakat tidak menunggu gejala memburuk dan segera menuju fasilitas kesehatan yang memiliki layanan penanganan stroke darurat.
Dalam kasus stroke iskemik, dokter dapat memberikan obat pelarut bekuan darah atau melakukan tindakan trombektomi untuk mengangkat sumbatan. Kedua prosedur tersebut sangat bergantung pada kecepatan penanganan.
Setelah melewati fase akut, perjalanan pemulihan tidak berhenti begitu saja. Pasien stroke membutuhkan rehabilitasi jangka panjang seperti fisioterapi, terapi okupasi, hingga terapi wicara guna memulihkan fungsi tubuh dan menjaga kemandirian.
Pencegahan Masih yang Terbaik
Pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi masyarakat berusia 40 tahun ke atas, menjadi langkah penting untuk deteksi dini.
Dengan demikian perlu adanya kesadaran untuk mewaspadai stroke sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kenali gejala FAST, faktor risiko, dan pentingnya penanganan cepat dalam golden period. Artikel ini mengulas penyebab, pencegahan, dan langkah penanganan stroke secara lengkap.***