19 January 2026, 23:58

3 Sistem Siklon Kepung RI, BMKG Minta Pesisir dan Pelayaran Waspada Gelombang Hingga 4 Meter

(BMKG) mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terpantau satu siklon tropis dan dua bibit siklon tropis

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
952
3 Sistem Siklon Kepung RI, BMKG Minta Pesisir dan Pelayaran Waspada Gelombang Hingga 4 Meter
BMKG menjelaskan tiga sistem siklon itu adalah Siklon Tropis NOKAEN, Bibit Siklon Tropis 97S dan Bibit Siklon Tropis 96S. (Earthdata NASA)

Perspektif.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terpantau satu siklon tropis dan dua bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. BMKG menyebut kombinasi sistem tersebut berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan sistem yang dipantau mencakup Siklon Tropis Nokaen serta bibit siklon tropis 96S dan 97S. Ia menegaskan dampak yang harus diantisipasi bukan hanya cuaca ekstrem di daratan, tetapi juga kondisi laut yang membahayakan aktivitas pelayaran.

“BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi hingga 4 meter akibat siklon tropis Nokaen serta bibit siklon tropis 96S dan 97S,” kata Guswanto, dikutip Minggu (17/1/2026). 

BMKG juga membeberkan langkah antisipasi yang perlu segera dilakukan, terutama bagi wilayah pesisir dan pemangku kepentingan kebencanaan daerah. “Antisipasi utama adalah menghindari aktivitas di laut, menyiapkan jalur evakuasi, dan meningkatkan koordinasi mitigasi bencana,” ujar Guswanto. 

Dalam imbauannya, BMKG meminta nelayan dan kapal kecil membatasi aktivitas melaut, sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan posko siaga bencana, jalur evakuasi, serta logistik darurat. Operator transportasi laut dan udara juga diimbau menyesuaikan jadwal dan rute sesuai perkembangan cuaca, sedangkan warga diminta mewaspadai potensi banjir dan longsor serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang. 

BMKG merinci wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan akibat tiga sistem siklon tersebut. Untuk potensi hujan sedang hingga lebat, wilayah yang diimbau siaga antara lain Kalimantan Utara (bagian utara), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Maluku bagian selatan. Adapun potensi angin kencang disebut dapat terjadi di NTT dan Maluku bagian selatan.

Sementara pada sektor kelautan, BMKG memperingatkan gelombang hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Sangihe–Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku; Selat Bali, Lombok, Sumba, serta Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB; juga Laut Sawu, Laut Banda bagian selatan, perairan Kepulauan Kei–Aru, serta Laut Arafuru bagian tengah dan timur. 

BMKG menyebut potensi gelombang yang lebih tinggi—hingga 4 meter—dapat terjadi di perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar, perairan Kupang, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru bagian barat.

BMKG mengingatkan, disiplin mengikuti pembaruan informasi cuaca menjadi kunci untuk mengurangi risiko. Masyarakat diminta terus memantau kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi dan pembaruan peringatan dini, terutama bagi daerah yang berada di jalur hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. 

Berita Terkait