23 February 2026, 06:10

Apple ProRes & ProRes RAW Jadi Senjata Baru Sinema Digital: Blackmagic dan Adobe Ikut All-In

Apple ProRes dan ProRes RAW makin dominan setelah Blackmagic, Adobe, dan vendor kamera besar menambah dukungan resmi.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
700
Apple ProRes & ProRes RAW Jadi Senjata Baru Sinema Digital: Blackmagic dan Adobe Ikut All-In
Ilustrasi modern minimalis resolusi tinggi (16:9) menonjolkan logo Apple, ProRes, dan ProRes RAW. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple kembali mengukuhkan ProRes dan ProRes RAW sebagai standar emas workflow video profesional setelah ekosistem pendukung format ini meluas ke lebih banyak kamera, hardware, dan software editing kelas industri. Melalui program lisensi resmi, Apple mencantumkan puluhan produk yang kini tersertifikasi untuk encoding dan decoding ProRes maupun ProRes RAW, mulai dari kamera sinema, monitor-recorder, hingga NLE seperti DaVinci Resolve, Premiere Pro, dan Media Composer.

Dalam dokumentasi resminya, Apple menegaskan bahwa ProRes dirancang sebagai codec berperforma tinggi untuk editing berkualitas tinggi di Final Cut Pro, sementara ProRes RAW menerapkan kompresi ProRes langsung pada data RAW dari sensor kamera untuk memberikan fleksibilitas maksimal dalam grading dan HDR tanpa mengorbankan kinerja.

“Apple ProRes adalah salah satu format video paling populer di produksi dan pascaproduksi profesional,” tulis Apple dalam laman dukungan resminya.

“Apple ProRes RAW menerapkan teknologi kompresi ProRes pada data gambar RAW dari sensor kamera,” lanjut Apple, menekankan bahwa format ini ideal untuk konten HDR dan workflow sinema modern.

Daftar produk resmi yang mendukung ProRes RAW kini mencakup nama-nama besar seperti Adobe Premiere Pro, After Effects, Media Encoder, Avid Media Composer, DaVinci Resolve, EDIUS, hingga sistem grading Baselight. Di sisi perangkat keras, dukungan datang dari Atomos (Ninja, Shogun, NEON, SUMO), DJI (Ronin 4D, Inspire 3), Nikon Z-series, Panasonic Lumix GH7 dan S-series, serta berbagai solusi broadcast dan finishing profesional.

Apple secara eksplisit memperingatkan soal implementasi codec tidak resmi yang memanfaatkan library seperti FFmpeg, menyebut risiko error decoding, penurunan performa, hingga ketidakstabilan sistem jika pengguna mengandalkan solusi yang tidak tersertifikasi.

“Dalam beberapa kasus, implementasi codec tidak resmi telah digunakan di produk software dan hardware pihak ketiga,” tulis Apple, seraya menyarankan pengguna untuk menghubungi ProRes Program Office jika ragu terhadap status lisensi sebuah produk.

Di sisi lain, Blackmagic Design menjadi salah satu pemain besar terbaru yang secara agresif mengadopsi ProRes RAW ke dalam lini produk dan software-nya. Dalam pengumuman resmi, perusahaan mengumumkan DaVinci Resolve 20.2 dan Blackmagic Camera 9.8 public beta yang menambahkan dukungan penuh untuk Apple ProRes RAW, termasuk footage yang direkam dengan iPhone 17 Pro dan varian ProRes RAW HQ.

“Dengan penambahan format ProRes RAW di seluruh produk capture, playback, dan software editing profesional kami, kami melanjutkan komitmen terhadap pembaruan software untuk produk yang sudah dimiliki pelanggan,” ujar Grant Petty, CEO Blackmagic Design.

Petty menegaskan bahwa pemilik Blackmagic Pocket Cinema Camera 4K yang sebelumnya hanya bisa merekam dalam format ProRes 422 terkompresi kini dapat merekam ProRes RAW dan memutar file tersebut secara native di DaVinci Resolve, tanpa perlu transcoding tambahan.

“Pelanggan Blackmagic Pocket Cinema Camera 4K selalu bisa merekam dalam format ProRes 422 terkompresi, tetapi sekarang mereka akan dapat merekam ProRes RAW dan memutar file tersebut secara native di DaVinci Resolve. Kami sangat antusias dapat menghadirkan satu lagi pembaruan gratis untuk pelanggan kami,” kata Petty.

Blackmagic juga mengonfirmasi bahwa pembaruan berikutnya untuk Blackmagic Camera dan Blackmagic Video Assist 12G akan menambahkan dukungan rekam ProRes RAW, memperluas opsi bagi sinematografer yang ingin memadukan fleksibilitas RAW dengan efisiensi ProRes dalam satu pipeline.

DaVinci Resolve sendiri diposisikan Blackmagic sebagai solusi all-in-one yang menggabungkan editing, color grading, VFX, motion graphics, dan audio post dalam satu aplikasi, sehingga workflow ProRes dan ProRes RAW bisa dipertahankan dari ingest hingga delivery tanpa berpindah software.

“DaVinci Resolve memungkinkan pelanggan bekerja lebih cepat dan dengan kualitas lebih tinggi karena mereka tidak perlu mempelajari banyak aplikasi atau berpindah software untuk tugas yang berbeda,” tulis Blackmagic dalam rilisnya, menekankan bahwa pengguna dapat mempertahankan kualitas gambar kamera original sepanjang proses.

Di level industri, kombinasi lisensi resmi Apple dan adopsi luas oleh vendor seperti Adobe, Avid, Blackmagic, Atomos, DJI, Nikon, dan Panasonic menjadikan ProRes dan ProRes RAW sebagai tulang punggung workflow sinema digital, iklan premium, hingga produksi konten creator kelas atas. Bagi rumah produksi dan kreator independen, keputusan memilih perangkat dan software yang tercantum dalam daftar resmi Apple kini bukan hanya soal kualitas, tetapi juga stabilitas jangka panjang dan kepastian kompatibilitas lintas platform.

Apple menutup dokumentasi resminya dengan mengarahkan pengembang dan produsen hardware yang ingin mengadopsi ProRes dan ProRes RAW untuk menghubungi ProRes Program Office, menandakan bahwa ekspansi ekosistem ini masih akan berlanjut dan membuka ruang bagi lebih banyak perangkat untuk masuk ke daftar produk tersertifikasi. Apple Support

Berita Terkait