29 November 2025, 09:32

Asam Urat Makin Parah? Ini 5 Makanan Terbaik & Terburuk Menurut Studi Terbaru!

Panduan lengkap makanan terbaik dan terburuk bagi penderita asam urat. Menjelaskan penyebab, gejala, serta rekomendasi pola makan yang aman sesuai studi medis.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,261
Asam Urat Makin Parah? Ini 5 Makanan Terbaik & Terburuk Menurut Studi Terbaru!
Ilustrasi. Asam urat tinggi/

Perspektif.co.id - Tingginya kadar asam urat kini menjadi keluhan umum yang sering muncul akibat pola makan sehari-hari. Banyak orang tidak menyadari bahwa beberapa makanan dapat langsung memicu lonjakan kadar asam urat dalam hitungan jam. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat memicu nyeri sendi hebat, pembengkakan, bahkan batu ginjal.

Menurut Kidney Health, kadar asam urat yang tinggi menyebabkan terbentuknya kristal tajam di persendian. Kristal ini menimbulkan peradangan sehingga penderita merasakan sensasi panas, kemerahan, dan nyeri intens, terutama di jempol kaki, pergelangan kaki, hingga jari tangan.

Secara medis, pemicu utama asam urat berasal dari purin, senyawa alami dalam banyak makanan. Saat purin dipecah oleh tubuh, terbentuklah asam urat. Jika produksinya berlebih atau ginjal tidak mampu membuangnya, terjadilah penumpukan.

Karena itu, pengaturan pola makan memegang peran penting untuk mencegah kekambuhan. Berikut daftar 5 makanan terbaik dan 5 makanan terburuk untuk penderita asam urat menurut analisis medis terbaru.

1. Produk Susu Rendah Lemak

Penelitian Journal of Dairy Science menyebut produk susu rendah lemak mampu menurunkan kadar asam urat sekaligus mengurangi risiko serangan berulang. Kandungan asam amino di dalamnya mendukung proses metabolisme asam urat.

Direkomendasikan: susu rendah lemak, yogurt tawar.

Hindari: varian tinggi lemak & tinggi gula.

2. Buah & Sayuran Segar

Ceri, beri, jeruk, dan buah kaya antioksidan terbukti menurunkan inflamasi dan kadar asam urat. Meski beberapa sayuran tinggi purin, penelitian menunjukkan tidak meningkatkan risiko serangan.

Direkomendasikan: ceri, blueberry, jeruk, sayur segar.

Hindari: jus tinggi gula.

3. Biji-Bijian Utuh

Oatmeal, quinoa, dan beras merah membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi risiko kambuh.

Direkomendasikan: oatmeal, bulgur, roti gandum.

Hindari: roti putih, nasi putih, sereal manis.

4. Kacang-Kacangan & Protein Nabati

Sumber protein rendah purin seperti lentil, tempe, tahu, dan buncis sangat ramah ginjal dan tidak meningkatkan risiko asam urat.

Direkomendasikan: edamame, tahu, kacang hitam.

5. Air Putih & Minuman Tanpa Gula

Hidrasi yang cukup membantu ginjal membuang kelebihan asam urat, mencegah terbentuknya kristal.

Direkomendasikan: air putih, infused water.

Hindari: soda, minuman kemasan, jus manis.

Kemudian terdapat 5 Makanan Terburuk Pemicu Asam Urat Tinggi, yaitu sebagai berikut.

1. Daging Merah & Jeroan – sangat tinggi purin.

2. Seafood Tertentu – teri, kerang, udang, kepiting.

3. Minuman Manis – fruktosa meningkatkan produksi asam urat.

4. Alkohol – terutama bir, menghambat pembuangan asam urat.

5. Daging Olahan – sosis, nugget, deli meat tinggi purin & sodium.

Mengelola asam urat tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga kedisiplinan menjaga pola makan harian. Dengan mengetahui makanan yang aman dan berisiko, penderita bisa mengurangi frekuensi serangan serta melindungi kesehatan ginjal dalam jangka panjang. Kuncinya sederhana: perbanyak makanan segar, batasi purin, dan jaga tubuh tetap terhidrasi.***

Berita Terkait