BANDUNG, Perspektif.co.id - Persib Bandung kembali jadi pusat perhatian bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 setelah santer dikaitkan dengan bek kiri asal Prancis, Layvin Kurzawa, yang pernah membela Paris Saint-Germain (PSG). Rumor itu ikut menguat setelah beredar foto Kurzawa berada di stasiun kereta cepat, yang disebut-sebut mengarah ke perjalanan dari Halim menuju Bandung.
Legenda Persib, Atep, menanggapi kabar tersebut dengan nada optimistis. Ia berharap isu itu bukan sekadar ramai di media sosial, karena menilai Kurzawa punya profil yang dibutuhkan Persib saat ini. “Iya belakangan ini isunya seperti itu, saya berharap bukan hanya rumor, karena Kurzawa full back kiri modern dan agresif,” ujar Atep.
Menurut Atep, karakter bermain Kurzawa dinilai selaras dengan gaya Bojan Hodak yang menuntut transisi cepat dan dukungan agresif dari sisi sayap. Atep menilai bek kiri dengan naluri overlap dan pengalaman level elite dapat menambah opsi taktik, sekaligus meningkatkan daya saing Persib di paruh musim kedua. “Ini sangat cocok dengan gaya permainan Bojan… ditambah pengalaman dia akan memberikan efek positif dan menambah kekuatan untuk Persib,” katanya.
Dari sisi rekam jejak, Kurzawa memang punya CV yang sulit ditandingi di level kompetisi domestik Indonesia. Ia tercatat mengoleksi lima gelar Ligue 1 bersama PSG dan pernah menjadi runner-up Liga Champions musim 2019/2020. Catatan prestasi tersebut menjadi salah satu alasan Atep menilai kehadiran pemain berpengalaman Eropa dapat memberi efek psikologis dan kedewasaan permainan di ruang ganti, terutama ketika Persib masuk fase krusial kompetisi.
Kebutuhan menambah amunisi juga dikaitkan dengan target Persib musim ini. Persib berstatus juara paruh musim Super League 2025/2026 dengan koleksi 38 poin, sehingga tekanan mempertahankan puncak dan konsistensi performa akan semakin besar di putaran kedua.Di saat yang sama, Persib juga telah memastikan lolos ke babak 16 besar AFC Champions League Two dan akan menghadapi Ratchaburi, membuat jadwal dan kebutuhan rotasi skuad makin menuntut.
Atep secara terbuka menyebut Persib sebaiknya menambah kedalaman tim, bukan karena skuad saat ini buruk, melainkan karena beban kompetisi ganda. “Walaupun saat ini sudah bagus, tapi Persib butuh tambahan amunisi, apalagi bermain juga di ACL Two, dan Bojan yang lebih tahu pemain seperti apa yang dibutuhkan,” ujar Atep. Ia juga berharap manajemen memberi ruang bagi Hodak untuk menentukan profil pemain yang paling sesuai dengan kebutuhan tim.
Dari manajemen, sinyal penambahan pemain asing memang sudah disampaikan lebih dulu. Manajer Persib Umuh Muchtar menyebut kemungkinan tambahan pemain “paling cuma satu” dan mengarah ke pemain asing, dengan penekanan agar rekrutan baru benar-benar cocok dengan filosofi permainan Hodak. Isu Kurzawa kemudian muncul di tengah ruang kuota yang terbuka setelah Persib memutus kontrak pemain asing asal Brasil, Wiliam Marcilio, sebagaimana dilaporkan sejumlah media.
Perombakan kecil skuad Persib juga terjadi di sektor bertahan. Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa diberitakan bergabung ke Persik Kediri dengan status pinjaman untuk putaran kedua, yang membuat kedalaman tim di area tertentu ikut jadi perhatian menjelang jadwal padat. Dalam konteks itulah, Atep menilai masuknya sosok seperti Kurzawa—jika benar terealisasi—bisa menjadi suntikan kualitas sekaligus lapisan baru dalam persaingan gelar dan target di Asia.