08 March 2026, 21:22

Banjir Belum Surut, Petugas Gabungan dan Relawan Gencarkan Evakuasi Warga di Sejumlah Titik Kota Tangerang

Petugas gabungan bersama relawan terus memperkuat proses evakuasi warga di berbagai titik banjir Kota Tangerang pada Minggu, 8 Maret 2026

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
434
Banjir Belum Surut, Petugas Gabungan dan Relawan Gencarkan Evakuasi Warga di Sejumlah Titik Kota Tangerang
Proses evakuasi warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Minggu (8/3/26)

TANGERANG, Perspektif.co.id - Petugas gabungan bersama relawan terus memperkuat proses evakuasi warga di berbagai titik banjir Kota Tangerang pada Minggu, 8 Maret 2026, menyusul genangan yang masih merendam sejumlah kawasan permukiman usai hujan deras mengguyur sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga yang berada di area dengan ketinggian air cukup tinggi dapat segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang sedang sakit.

Intensifikasi evakuasi menjadi respons cepat atas kondisi banjir yang masih berdampak pada mobilitas dan keselamatan warga di sejumlah wilayah. Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan air menggenangi permukiman dan memicu banjir di beberapa kawasan, sehingga penanganan lapangan tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga pada penyelamatan warga yang masih terjebak di rumah masing-masing.

Dalam penanganan tersebut, petugas lapangan mengerahkan perahu untuk menjangkau lokasi yang tidak lagi bisa dilalui kendaraan darat. Penggunaan sarana evakuasi air menjadi penting karena beberapa akses jalan tertutup genangan, sementara sebagian warga membutuhkan bantuan untuk keluar dari lingkungan terdampak dengan aman.

Sejumlah wilayah yang menjadi fokus utama evakuasi antara lain kawasan Duren Village, Periuk Damai, Komplek Ciledug Indah 1, Taman Cibodas, kawasan Alamanda, serta Uwung Jaya. Di titik-titik tersebut, petugas membantu warga meninggalkan rumah atau area yang tergenang menuju tempat yang lebih aman, termasuk lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah maupun rumah kerabat terdekat.

Kehadiran petugas gabungan dan relawan di lapangan menunjukkan bahwa penanganan banjir di Kota Tangerang dilakukan secara intensif dan terkoordinasi. Operasi evakuasi tidak hanya menyasar warga yang terjebak, tetapi juga memastikan proses mobilisasi berjalan aman di tengah kondisi banjir yang masih tinggi di sejumlah kawasan.

Mahdiar mengatakan tim masih terus bekerja di lapangan untuk menangani situasi dan membantu warga yang berada di area dengan genangan cukup parah. “Tim di lapangan masih terus melakukan penanganan serta membantu mobilisasi warga yang berada di area banjir cukup tinggi. Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, atau warga sakit,” paparnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama dalam operasi tanggap darurat. Dalam situasi banjir, kelompok rentan memang menjadi pihak yang paling membutuhkan respons cepat karena memiliki keterbatasan dalam mobilitas dan lebih berisiko jika harus bertahan di rumah yang tergenang.

Di sejumlah lokasi, petugas membantu warga mengevakuasi diri sambil membawa barang-barang penting yang masih bisa diselamatkan. Sebagian warga yang terdampak banjir langsung diarahkan ke titik pengungsian yang telah disiapkan. Sementara sebagian lainnya memilih mengungsi sementara ke rumah sanak saudara terdekat sambil menunggu kondisi air berangsur turun.

“Sebagian warga terdampak sementara diarahkan menuju lokasi pengungsian maupun rumah kerabat terdekat sambil menunggu kondisi air berangsur surut,” katanya.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penanganan banjir tidak berhenti pada pemindahan warga dari lokasi berbahaya, tetapi juga mencakup pengaturan tempat tujuan sementara agar warga tetap berada dalam kondisi aman selama banjir belum surut. Kesiapan lokasi pengungsian menjadi bagian penting dalam memastikan proses evakuasi berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan lanjutan bagi warga terdampak.

Banjir yang melanda sejumlah kawasan Kota Tangerang kali ini juga memperlihatkan besarnya tantangan penanganan bencana di wilayah perkotaan yang padat. Ketika hujan deras terjadi dalam durasi panjang, kawasan permukiman cepat terdampak dan membutuhkan kecepatan respons dari petugas agar risiko terhadap keselamatan warga dapat ditekan.

Karena itu, kehadiran unsur gabungan dan relawan di lapangan menjadi salah satu elemen penting dalam mempercepat proses pertolongan. Kolaborasi antarpetugas memungkinkan jangkauan evakuasi menjadi lebih luas, terutama di titik-titik yang aksesnya sulit dan membutuhkan alat bantu seperti perahu.

Pemerintah juga membuka jalur komunikasi darurat bagi masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan. Warga yang menghadapi situasi darurat akibat banjir dapat segera menghubungi layanan kegawatdaruratan melalui call center 112 atau hotline BPBD Kota Tangerang yang disiagakan selama 24 jam. Saluran ini disiapkan untuk memastikan laporan warga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Berita Terkait