TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Vivo resmi meluncurkan pembaruan besar OriginOS 6 berbasis Android 16 dengan integrasi mendalam Blueheart AI pada gelombang Februari 2026, membawa asisten suara Xiao V yang kini bisa berbicara tanpa kata bangun dan memahami konteks emosi secara real-time ke jutaan pengguna di Indonesia, India, serta pasar global lainnya. Pembaruan ini mempercepat rollout setelah debut Oktober 2025 pada flagship X300 series, kini merambah ke lini mid-range seperti Vivo V40, T4, serta iQOO Neo series, dengan patch keamanan terbaru dan optimasi yang membuat antarmuka terasa lebih hidup berkat desain translucent glass dan Blue River Engine.
Blueheart AI bukan sekadar tambahan biasa; ini adalah model besar milik Vivo yang menjadi otak utama sistem, mendukung fitur seperti AI creation untuk menulis otomatis, document extraction yang langsung ubah PDF jadi Word, serta voice dialogue full-duplex yang mengalir alami seperti obrolan manusia. Kolaborasi dengan Google Gemini semakin memperkaya kemampuan pencarian on-screen, sementara Origin Smooth Engine menjamin kelancaran selama lima tahun pemakaian berat.
“Blueheart AI terintegrasi secara mendalam ke dalam inti OriginOS 6, mendukung interaksi cerdas generasi berikutnya.”
Pernyataan resmi Vivo dalam Vivo Newsroom, menekankan bagaimana AI ini mengubah pengalaman harian menjadi lebih seamless.
“Dialog suara Xiao V yang baru sekarang memahami konteks dan emosi, mendukung interupsi alami, dan membuat percakapan mengalir dengan lancar seperti berbicara dengan orang sungguhan.”
Laporan internal Vivo yang dibagikan di komunitas developer, menggambarkan lompatan besar pada asisten suara.
Update Februari ini juga menyertakan perbaikan minor seperti stabilisasi animasi di lock screen dan peningkatan efisiensi baterai saat multitasking, membuat OriginOS 6 semakin kompetitif melawan skin Android lain di era AI. Bagi pengguna Vivo di Tanah Air, ini berarti HP lama pun bisa merasakan kecerdasan level flagship tanpa harus ganti perangkat baru.