05 February 2026, 16:50

BMKG Alarm Hujan Ekstrem hingga 400 Mm per Hari, Risiko Banjir dan Longsor Kian Nyata

(BMKG) mengingatkan potensi hujan ekstrem dengan intensitas sangat tinggi yang dapat mencapai 300 hingga 400 milimeter (mm) per hari.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,175
BMKG Alarm Hujan Ekstrem hingga 400 Mm per Hari, Risiko Banjir dan Longsor Kian Nyata
Foto: Diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Cuaca Ekstrim, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana', di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026) (Anggi/etik)

Perspektif.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan ekstrem dengan intensitas sangat tinggi yang dapat mencapai 300 hingga 400 milimeter (mm) per hari. Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan tren perubahan iklim yang semakin meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, di berbagai wilayah Indonesia.

Peringatan itu disampaikan Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramdhani dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). BMKG mencatat, dalam enam tahun terakhir telah terjadi sejumlah peristiwa hujan ekstrem yang berdampak signifikan terhadap keselamatan masyarakat dan infrastruktur.

Andri menjelaskan BMKG memiliki klasifikasi intensitas curah hujan berdasarkan akumulasi harian. Secara umum, hujan ringan berada pada kisaran 0–5 mm per hari, hujan sedang 20–50 mm per hari, hujan lebat 50–100 mm per hari, dan hujan sangat lebat pada kisaran 100–150 mm per hari.

“Ekstrem, nah ini ya ekstrem (hujan) di atas 150 milimeter. Contoh mungkin ingat kejadian banjir Jakarta tahun 2020, itu 377 milimeter per hari,” kata Andri.

Ia memaparkan, sejumlah kejadian besar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan curah hujan jauh melampaui ambang batas ekstrem. Pada 2021, banjir besar terjadi dengan intensitas hujan sekitar 226 mm per hari. Saat Siklon Tropis Seroja, beberapa wilayah bahkan diguyur hujan hingga 300 mm per hari.

“Lalu yang tahun lalu Maret ya, yang banjir Bekasi besar itu, ternyata 232 milimeter per hari. Lalu yang September di Bali 385. Nah yang terakhir yang di Sumatera, yang Siklon Tropis Senyar di Sumatera Barat 261, Aceh 411, Sumatera Utara 390 milimeter per hari. Bayangkan batas ekstrem itu 150 milimeter per hari,” ungkapnya.

Menurut Andri, ambang hujan ekstrem yang berada di atas 150 mm per hari berpotensi semakin sering terjadi di masa mendatang. Bahkan, hujan dengan intensitas di atas 200 mm per hari hingga mendekati 400 mm per hari diperkirakan bukan lagi kejadian langka.

“Kita ke depan akan berpotensi juga mengalami hujan-hujan yang sangat-sangat ekstrem di atas 150 milimeter per hari. Mungkin akan sering ada hujan ke depan di atas 200 milimeter per hari, 300 bahkan 400,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut perlu menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menilai kapasitas daya tampung wilayah terhadap curah hujan tinggi. Daerah diminta mulai melakukan simulasi dampak hujan ekstrem berdasarkan data historis serta kondisi tata guna lahan dan pembangunan ekonomi terkini.

“Misalkan DKI dengan hujan 150 milimeter, 200 milimeter apa dampaknya? Risikonya banjirnya akan seperti apa? Ini kan bisa kita telusuri dengan data historikal, lalu juga dikaitkan dengan tata guna lahan sekarang,” jelas Andri.

Berita Terkait