15 December 2025, 17:19

BMKG Warning! Siklon Bakung dan 2 Bibit Siklon “Kepung” RI, Waspada Hujan Lebat hingga Gelombang 4 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
2,146
BMKG Warning! Siklon Bakung dan 2 Bibit Siklon “Kepung” RI, Waspada Hujan Lebat hingga Gelombang 4 Meter
BMKG memantau dua bibit siklon tropis dan Siklon Tropis Bakung yang aktif di perairan Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)

Perspektif.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia menyusul aktivitas Siklon Tropis Bakung serta kemunculan dua bibit siklon tropis 92S dan 93S di sekitar perairan dekat Indonesia. BMKG menyebut sistem-sistem ini bisa memicu dampak tidak langsung, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di perairan tertentu. 

Siklon Tropis Bakung dilaporkan berada di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung. Dalam data BMKG yang dikutip sejumlah laporan, kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai sekitar 60 knot (±110 km/jam) dengan tekanan minimum 984 hPa. BMKG memproyeksikan intensitasnya menurun dalam 24 jam ke depan, tetapi masih berada pada kategori 2 dan bergerak ke arah barat daya menjauhi Indonesia.

Di saat yang sama, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (±28 km/jam) dan masih dipantau peluang perkembangannya, namun dampaknya tetap berpotensi terasa lewat peningkatan hujan dan angin di beberapa wilayah. 

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92S yang sempat terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu disebut melemah dan pada pembaruan tertentu dinyatakan punah/bergabung dengan sistem siklon yang lebih dominan. Meski begitu, fase kemunculannya ikut berkontribusi pada dinamika cuaca yang memperkuat potensi hujan lebat di wilayah barat Indonesia dalam periode pemantauan. 

BMKG menegaskan, efek dari kombinasi sistem tersebut dapat berupa peningkatan hujan intensitas sedang hingga lebat di beberapa provinsi, terutama di wilayah barat Indonesia, sekaligus memperburuk kondisi perairan di jalur-jalur tertentu. “Sistem ini memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca ekstrem dan kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan,” tulis BMKG dalam pembaruan informasi cuaca. 

Untuk sektor kelautan, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait gelombang tinggi. Sejumlah perairan di Samudra Hindia dan beberapa selat bagian selatan diproyeksikan mengalami peningkatan ketinggian gelombang, mulai dari sekitar 1,25 meter hingga 2,5 meter di beberapa titik perairan barat, dan dapat mencapai 2,5 meter hingga 4 meter di area tertentu yang lebih terbuka. Kondisi ini berisiko bagi pelayaran, nelayan, hingga aktivitas wisata bahari, sehingga pengguna jasa kelautan diminta memantau pembaruan resmi dan menyesuaikan rute serta jadwal perjalanan. 

BMKG juga menyoroti dampak sistem 93S yang dapat memengaruhi cuaca di wilayah timur Jawa hingga Nusa Tenggara, terutama dalam bentuk peningkatan hujan dan angin kencang di beberapa wilayah. Dalam konteks mitigasi, BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan pada potensi banjir, longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi akibat cuaca buruk, khususnya di area rawan dan jalur pesisir. 

Berita Terkait