27 December 2025, 16:12

BRI Buka Akses Investasi dari Rp10 Ribu, Fitur Reksa Dana Resmi Hadir di BRImo dengan Transaksi Real-Time

BRImo sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi ritel secara aman, mudah, dan inklusif.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,213
BRI Buka Akses Investasi dari Rp10 Ribu, Fitur Reksa Dana Resmi Hadir di BRImo dengan Transaksi Real-Time
(Foto: arsip BRI)

JAKARTA,Perspektif.co.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meluncurkan fitur Reksa Dana di aplikasi BRImo sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi ritel secara aman, mudah, dan inklusif. Melalui fitur baru ini, nasabah dapat melakukan pembelian maupun penjualan produk reksa dana secara real-time, memantau portofolio secara komprehensif, serta memperoleh rekomendasi produk berdasarkan asesmen profil risiko. 

BRI menyatakan seluruh produk investasi yang tersedia dalam fitur tersebut telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari sisi keterjangkauan, BRI menetapkan nominal investasi awal mulai Rp10.000 untuk produk berdenominasi Rupiah, serta USD100 untuk produk berdenominasi dolar AS. Skema ini diharapkan memudahkan masyarakat yang ingin memulai investasi dengan dana terbatas namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan kepatuhan regulasi. 

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut pengembangan fitur Reksa Dana di BRImo merupakan bagian dari transformasi digital berkelanjutan yang dijalankan perseroan. Menurut dia, inisiatif ini dirancang untuk menjawab ekspektasi nasabah terhadap layanan finansial yang terintegrasi sekaligus berorientasi jangka panjang, sejalan dengan kebutuhan pengelolaan keuangan yang makin dinamis di era digital.

“Fitur Reksa Dana di BRImo menjadi bagian dari penguatan kapabilitas digital BRI dalam memenuhi kebutuhan nasabah yang berkembang dinamis. Inisiatif tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan jangka panjang secara lebih inklusif,” ujar Dhanny dalam keterangan tertulis. 

Dari sisi ragam produk, BRI menyatakan fitur tersebut menghadirkan seluruh kategori reksa dana, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham. BRI juga menggandeng enam manajer investasi untuk mendukung ketersediaan produk, yakni PT BRI Manajemen Investasi, PT Bahana TCW Investment Management, PT Trimegah Asset Management, PT Schroder Investment Management Indonesia, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan PT Ashmore Asset Management Indonesia. Hingga saat ini, terdapat 38 produk reksa dana yang telah terintegrasi dalam ekosistem digital BRImo.

Dhanny menambahkan, pengembangan fitur investasi ini juga diarahkan untuk memperkuat posisi BRImo sebagai platform layanan finansial yang relevan bagi kebutuhan masyarakat modern. “Pengembangan fitur Reksa Dana merupakan langkah strategis BRI dalam memperkuat BRImo sebagai lifestyle platform yang relevan bagi kebutuhan finansial masyarakat modern. Penguatan layanan investasi ini menegaskan komitmen BRI untuk menyediakan akses yang mudah diakses dan mampu menjawab kebutuhan keuangan nasabah yang semakin beragam pada setiap tahap dan tujuan finansial,” kata Dhanny. 

Peluncuran fitur tersebut disebut berlangsung di tengah peningkatan partisipasi investor ritel dalam beberapa waktu terakhir. BRI mencatat, hingga minggu pertama Desember 2025, jumlah investor reksa dana BRI tumbuh 18,69 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, nilai kelolaan (asset under management/AUM) tercatat meningkat 96,56 persen secara tahunan. Capaian ini menjadi salah satu pendorong BRI untuk memperkuat layanan investasi digital agar tetap selaras dengan preferensi dan kebutuhan nasabah. 

Dengan integrasi reksa dana di BRImo, BRI menegaskan penguatan layanan bukan hanya untuk transaksi perbankan harian, tetapi juga untuk perencanaan keuangan jangka panjang. Di saat yang sama, BRI menggarisbawahi bahwa keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing nasabah, sehingga fitur asesmen risiko dan pemantauan portofolio menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna.

Berita Terkait