TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Raksasa kendaraan listrik asal China, BYD, resmi menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan KFC di bawah naungan Yum China Holdings pada 8 April 2026 di kantor pusat global BYD di Shenzhen—sebuah langkah ambisius yang untuk pertama kalinya menggabungkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik berkecepatan tinggi dengan layanan restoran cepat saji berskala masif di seluruh daratan China.
Kolaborasi lintas industri ini bukan sekadar branding bersama, melainkan respons terhadap salah satu hambatan terbesar adopsi kendaraan listrik di China: ketidaknyamanan pengisian daya di ruang publik bagi para pengguna yang mayoritas tinggal di apartemen tanpa akses charger pribadi. Berdasarkan laporan Carscoops dan Electrek, kedua perusahaan sepakat membangun jaringan area drive-thru khusus berlabel “9 Menit” di seluruh gerai KFC yang tersebar di 2.500 kota di China—memanfaatkan kemampuan Flash Charger generasi kedua BYD yang mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit.
Perjanjian ini hadir hanya beberapa hari setelah BYD mengumumkan pencapaian bersejarah: aktivasi stasiun Flash Charging publik ke-5.000 di China pada akhir Maret 2026, dan menempatkan produsen EV terlaris dunia itu dalam posisi siap mendominasi infrastruktur pengisian daya nasional. Dengan lebih dari 13.000 gerai KFC di seluruh negeri menurut data Yum China per Desember 2025, potensi jangkauan geografis jaringan pengisian ini jauh melampaui apa yang bisa dibangun BYD sendirian dalam waktu singkat. Li Yunfei, General Manager Divisi Brand dan Hubungan Masyarakat BYD, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan 20.000 stasiun Flash Charging di seluruh China sebelum akhir 2026, menjadikan flash charging sebagai infrastruktur nasional untuk kehidupan berkendara.
Secara teknis, kerja sama ini jauh lebih dalam dari sekadar memasang tiang pengisian di parkiran restoran. BYD memperkenalkan fitur pemesanan terintegrasi yang memungkinkan pengemudi menggunakan perintah suara dari dalam kabin untuk menelusuri menu KFC, melakukan pembayaran, dan menjadwalkan waktu pengambilan pesanan—semuanya tanpa harus menyentuh ponsel. Sistem navigasi kendaraan juga tersinkronisasi dengan aplikasi KFC sehingga ketika mobil mendekati gerai yang berpartisipasi, notifikasi otomatis langsung muncul di layar infotainment dan mempersiapkan pesanan agar siap saat pengemudi tiba.
Menurut laporan Car News China, fitur ini pertama kali dihadirkan pada SUV Fangchengbao Ti7—salah satu model flagship BYD—sebelum diperluas secara bertahap ke seluruh lini kendaraan grup tersebut. Model integrasi semacam ini mencerminkan ambisi BYD yang tidak lagi sekadar menjual mobil, tetapi membangun ekosistem mobilitas cerdas yang menyeluruh di dalam kehidupan sehari-hari penggunanya.
Teknologi Flash Charging BYD yang menjadi tulang punggung kemitraan ini bekerja dengan kecepatan hingga 1.500 kW, memungkinkan pengisian dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit, dan mencapai 97 persen dalam sembilan menit—bahkan di suhu sedingin minus 30 derajat Celsius, pengisian dari 20 persen ke 97 persen hanya membutuhkan 12 menit.
Teknologi ini didukung oleh Blade Battery 2.0 generasi terbaru yang diluncurkan bulan lalu, dan dipasarkan BYD dengan slogan “Ready in 5, Full in 9, Cold Add 3”—tagline yang kini menjadi salah satu kalimat pemasaran paling agresif di industri EV global. Sebagai perbandingan, menurut Edgen Tech, kemampuan pengisian tunggal Flash Charger BYD dengan cabinet 2,1 MW ini jauh melampaui V4 Supercharger terbaru Tesla yang hanya mampu menyentuh angka maksimum 500 kW—keunggulan teknis yang secara langsung memposisikan BYD sebagai pesaing paling serius Tesla dalam perang infrastruktur pengisian daya global.
Dalam pernyataan resminya, BYD menyebut bahwa kedua pihak akan menjalankan kolaborasi mendalam di sepanjang rantai nilai, mencakup teknologi flash charging, smart cockpit, dan layanan drive-thru KFC, dengan tujuan menciptakan ekosistem pengisian energi satu atap untuk manusia dan kendaraan dalam sembilan menit.
Pola kemitraan antara produsen EV dengan jaringan restoran ini sebenarnya bukan tanpa preseden; di Amerika Serikat, Volvo dan Mercedes telah lebih dulu menambahkan titik pengisian daya di gerai-gerai Starbucks, meskipun dengan kecepatan pengisian yang jauh lebih rendah.
Namun skala dan kecepatan yang ditawarkan kemitraan BYD-KFC jauh melampaui model sebelumnya—dengan 13.000 titik potensial dan waktu pengisian yang sebanding dengan durasi makan satu porsi ayam goreng, ini adalah upaya pertama di dunia yang benar-benar menyatukan momen mengisi baterai dan mengisi perut dalam satu skenario yang masuk akal secara waktu. Menurut analisis Gasgoo, kemitraan ini menetapkan template baru untuk integrasi lintas industri antara sektor EV dan layanan makanan—mengubah pengisian daya dari aktivitas mandiri yang melelahkan menjadi bagian yang tertanam mulus dalam rutinitas harian. Potensi perluasannya pun terbuka lebar: Yum China juga mengoperasikan Taco Bell, Pizza Hut, dan Lavazza di China, yang bisa menjadi gelombang ekspansi berikutnya.
Meski begitu, situasi bisnis BYD di luar kemitraan ini tidak sepenuhnya cerah. Total penjualan BYD pada kuartal pertama 2026 anjlok sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tertekan oleh persaingan sengit dari merek-merek domestik seperti Leapmotor yang didukung Stellantis dan Zeekr dari Geely, di tengah kondisi oversupply pasar EV China dan pencabutan subsidi kendaraan energi baru pemerintah sejak awal tahun ini.
Dalam laporan keuangan tahunan terbarunya, BYD juga mencatat penurunan laba tahunan pertama sejak 2021—sebuah sinyal bahwa tekanan kompetitif di pasar domestik kian terasa meski BYD masih berstatus produsen EV terlaris di dunia. Kemitraan dengan KFC dan ekspansi infrastruktur Flash Charging ke 20.000 titik pada akhir 2026, termasuk rencana 3.000 stasiun di Eropa seperti dilaporkan Edgen Tech, tampaknya merupakan bagian dari strategi BYD untuk memperkuat loyalitas pengguna dan menciptakan keunggulan ekosistem yang sulit direplikasi kompetitor—bukan hanya melalui produk mobil, tetapi lewat pengalaman berkendara yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari.