15 March 2026, 15:02

DeepSeek V4 Triliunan Parameter Siap Guncang Pasar AI Global April Ini, Tencent Hunyuan Ikut Hadir

DeepSeek V4 triliunan parameter & Tencent Hunyuan siap meluncur April 2026, bawa multimodal AI, chip Huawei, dan ancaman baru bagi OpenAI dan Anthropic.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
675
DeepSeek V4 Triliunan Parameter Siap Guncang Pasar AI Global April Ini, Tencent Hunyuan Ikut Hadir
DeepSeek V4 dan Tencent Hunyuan dijadwalkan rilis April 2026, menandai babak baru persaingan AI global antara China dan Amerika Serikat. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Industri kecerdasan buatan global kembali bersiap menghadapi guncangan besar dari China. DeepSeek V4, model bahasa besar multimodal dengan arsitektur Mixture-of-Experts (MoE) berkapasitas satu triliun parameter, dijadwalkan meluncur secara resmi pada April 2026 — berdampingan dengan model Hunyuan generasi terbaru besutan Tencent yang dipimpin ilmuwan AI papan atas, Shunyu Yao. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Whale Lab dan dikonfirmasi oleh TechFlow pada 14 Maret 2026, lalu diteruskan oleh sejumlah media teknologi terkemuka termasuk Financial Times, Reuters, dan TechNode.

DeepSeek V4 dirancang oleh Liang Wenfeng sebagai model multimodal besar yang tidak hanya menghadirkan lompatan signifikan dalam kemampuan coding, tetapi juga mencapai terobosan dalam Long-Term Memory (LTM). Model ini hadir dengan jendela konteks melebihi satu juta token, kemampuan multimodal native yang mencakup teks, gambar, video, dan audio, serta dirilis di bawah lisensi open-source — menjadikannya rilis AI paling ambisius yang pernah keluar dari China hingga saat ini.

DeepSeek V4 mengusung satu triliun total parameter dengan hanya sekitar 32 miliar parameter aktif per token, memungkinkan performa setara model frontier dengan estimasi biaya hanya $0,10–$0,30 per juta token input — hingga 50 kali lebih murah dibandingkan GPT-5.2. Dengan kurs dolar AS saat ini, biaya tersebut setara sekitar Rp1.630–Rp4.890 per juta token input.

Menurut laporan Reuters, V4 dilatih menggunakan chip Nvidia Blackwell — yang ekspor-nya ke China secara resmi dilarang pemerintah Amerika Serikat.  Temuan ini mempertebal ketegangan geopolitik yang melingkupi perlombaan AI antara Washington dan Beijing. “DeepSeek bukan sekadar model AI baru — ini adalah wake-up call bagi seluruh industri AI global.”

Dari sisi geopolitik, DeepSeek secara sengaja menahan akses pra-rilis model V4 dari produsen chip Amerika Serikat, termasuk Nvidia dan AMD, dan sebaliknya memberikan akses awal kepada pemasok chip domestik China seperti Huawei dan Cambricon.  Langkah tersebut diperkirakan akan mendorong permintaan chip lokal dan mempercepat transisi dari ketergantungan pada chip inferensi buatan Nvidia dan AMD. Huawei, DeepSeek, maupun Cambricon tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan oleh Financial Times.

Di sisi lain, Shunyu Yao — Chief AI Scientist Tencent yang sebelumnya merupakan peneliti di OpenAI — juga akan merilis model Hunyuan baru pada bulan April, dengan skala sekitar 30 miliar parameter. Model tersebut menitikberatkan pada kemampuan long-context dan evaluasi tugas agen (Agent task evaluation), sekaligus memprioritaskan kegunaan agen di atas peringkat benchmark semata. Ini akan menjadi produk besar pertama Yao sejak bergabung dengan Tencent pada Desember tahun lalu, dan komunitas AI China menyambutnya dengan antusias.

Komunitas developer juga tengah ramai mendiskusikan dua model misterius yang muncul di platform OpenRouter — bernama Hunter Alpha dan Healer Alpha — yang diduga kuat merupakan versi awal dari DeepSeek V4. Hunter Alpha diklaim memiliki satu triliun parameter dengan jendela konteks satu juta token, dirancang khusus untuk alur kerja berbasis agen dan tugas kompleks jangka panjang, sementara Healer Alpha adalah model interaksi multimodal penuh dengan jendela konteks 260 ribu token yang mampu memproses input visual dan audio secara lintas modal. Hingga saat artikel ini ditulis, tidak ada pihak resmi yang mengklaim kepemilikan kedua model tersebut.

Peluncuran V4 terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara perusahaan AI AS dan China: pada akhir Februari 2026, Anthropic secara terbuka menuduh DeepSeek, Moonshot AI, dan MiniMax melakukan kampanye skala industri untuk mengekstrak kemampuan model Claude melalui teknik distilasi — di mana sebuah model yang lebih lemah dilatih menggunakan output model yang lebih kuat. Menurut Anthropic, ketiga lab tersebut menghasilkan lebih dari 16 juta percakapan melalui sekitar 24.000 akun palsu. OpenAI melayangkan tuduhan serupa kepada Komite Pemilihan DPR AS untuk Urusan China.

Secara keseluruhan, produsen model bahasa besar domestik China kini tengah mengakselerasi babak kompetisi baru dalam kemampuan multimodal, long-term memory, dan performa aplikasi dunia nyata.  Pertarungan terbuka antara DeepSeek, Tencent, Alibaba Qwen, dan Meta Llama kini tidak lagi sekadar perang benchmark — melainkan pertarungan ekosistem perangkat keras, strategi geopolitik, dan siapa yang lebih dulu mendefinisikan ulang batas kemampuan AI open-source global.

Berita Terkait