16 March 2026, 15:37

Goldman Sachs Ramal Pasar PC Global Anjlok 10% di 2026, AI PC Jadi Satu-Satunya Penyelamat

Goldman Sachs ramal pengiriman PC global turun 10% di 2026 jadi 257 juta unit. IDC dan Omdia lebih pesimis. AI PC jadi satu-satunya segmen yang tumbuh.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
355
Goldman Sachs Ramal Pasar PC Global Anjlok 10% di 2026, AI PC Jadi Satu-Satunya Penyelamat
Goldman Sachs, IDC, dan Omdia kompak ramal pasar PC global anjlok di 2026. AI PC diprediksi dominasi 81% pasar pada 2028 dengan Apple, Lenovo, HP, dan Dell memimpin transisi. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Raksasa perbankan investasi Goldman Sachs mengeluarkan proyeksi mengejutkan pekan ini: pengiriman PC global akan tersungkur 10% secara tahunan sepanjang 2026, turun ke angka sekitar 257 juta unit dari estimasi sebelumnya yang lebih optimistis. Laporan terbaru yang dikutip Investing.com ini menandai revisi paling agresif yang pernah dilakukan Goldman terhadap pasar PC dalam beberapa tahun terakhir, seiring tekanan berlapis yang menghantam industri dari berbagai arah sekaligus.

Pangkal masalahnya adalah dua badai yang datang bersamaan, menurut analisis Goldman yang dilaporkan Investing.com. Pertama, lonjakan tajam biaya komponen memori yang menekan margin produsen perangkat kelas bawah. Kedua, siklus penggantian perangkat yang mulai melambat drastis pasca-gelombang upgrade besar-besaran pada akhir 2025—saat jutaan pengguna bergegas memperbarui PC mereka sebelum dukungan Windows 10 resmi berakhir. Permintaan yang sebelumnya tersedot ke depan itu kini meninggalkan kekosongan di pipeline pasar 2026.

“Kami lebih lanjut memangkas estimasi pengiriman PC global untuk 2026–2028, mengingat tekanan yang terus-menerus dari kenaikan biaya memori dan percepatan permintaan ke kuartal keempat 2025,” tulis para analis Goldman Sachs dalam laporan tersebut.

Proyeksi Goldman ternyata masih lebih konservatif dibandingkan dua lembaga riset teknologi terkemuka lainnya. IDC, yang dikutip Tom’s Hardware, memangkas estimasinya menjadi penurunan 11,3% — atau sekitar 32,17 juta unit lebih sedikit, dari 284,7 juta unit di 2025 menjadi hanya 252,53 juta unit. Meski volume menyusut, IDC mencatat nilai total pasar PC justru diprediksi naik tipis 1,6% menjadi USD 274 miliar (sekitar Rp4.479 triliun) akibat harga jual rata-rata perangkat yang terus merangkak naik.

Omdia bahkan lebih pesimistis. Lembaga riset yang menjadi bagian dari TechTarget itu merilis laporan pada 10 Maret 2026 yang memperkirakan pengiriman PC global longsor 12% ke 245 juta unit, dipicu kenaikan harga memori dan storage minimal 60% pada kuartal pertama 2026. Sejak awal 2025, biaya konfigurasi memori dan storage mainstream telah melonjak antara USD 90 hingga USD 165 (sekitar Rp1,47 juta–Rp2,69 juta) per unit, memaksa vendor memotong promosi sekaligus menaikkan harga jual.

“Penurunan yang dipicu sisi pasokan di 2026 tidak akan berdampak merata pada semua platform PC,” kata Kieren Jessop, Research Manager di Omdia dalam siaran persnya. “PC Windows yang mewakili 83% pengiriman global diprediksi turun 12%, perangkat Chrome terpukul paling keras dengan penurunan 28%, sementara Mac hanya turun 5% karena keunggulan rantai pasokan terintegrasi Apple. Di sisi lain, PC berbasis HarmonyOS justru menjadi segmen tumbuh dengan proyeksi ekspansi sepuluh kali lipat secara tahunan seiring Huawei memperluas ekosistem PC-nya di Tiongkok.”

Segmen yang paling tertekan adalah PC seharga di bawah USD 500 (sekitar Rp8,17 juta), yang menurut Omdia akan merosot 28% menjadi sekitar 62,1 juta unit. Sementara PC premium di atas USD 900 (sekitar Rp14,7 juta) diperkirakan lebih tahan banting, bahkan berpotensi mencatatkan pertumbuhan tipis karena produsen memprioritaskan alokasi komponen untuk lini bermargin tinggi.

“Era PC dan tablet berharga murah untuk saat ini sudah berlalu, karena kenaikan harga jual rata-rata dan biaya komponen menggeser keseimbangan kekuatan pasar,” tegas Jitesh Ubrani, Research Manager untuk Worldwide Mobile Device Trackers IDC.

Di tengah suram-nya lanskap pasar secara keseluruhan, Goldman Sachs mengidentifikasi satu segmen yang justru sedang membangun momentum: PC berkapabilitas AI. Bank investasi tersebut memproyeksikan pengiriman AI PC mencapai 150 juta unit di 2026, setara penetrasi pasar 59%, sebelum mendominasi dengan pangsa 81% pada 2028—secara efektif mendefinisikan ulang apa yang dimaksud dengan PC standar.

“Kami memperkirakan AI PC akan unggul mengingat sensitivitasnya yang lebih rendah terhadap kenaikan harga dan meningkatnya kebutuhan untuk komputasi AI di edge,” ungkap para analis Goldman Sachs sebagaimana dikutip Investing.com.

Transisi menuju perangkat bertenaga AI ini secara langsung menguntungkan sejumlah pemain besar yang sudah bergerak cepat memposisikan ulang portofolio produk mereka ke arah AI-first. Goldman Sachs dalam model analisisnya secara eksplisit menyoroti Apple, Lenovo, HP, dan Dell sebagai merek yang paling diuntungkan dari pergeseran struktural ini—karena titik harga premium mereka memberi ruang lebih luas untuk menyerap lonjakan biaya input tanpa mengorbankan profitabilitas.

Berita Terkait