JAKARTA, Perspektif.co.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku terkesan setelah menyaksikan langsung duel Persib Bandung vs Persija Jakarta yang kerap dijuluki “El Clasico” Indonesia. Menurut Herdman, atmosfer pertandingan, intensitas, dan gairah suporter menunjukkan kompetisi domestik punya nilai besar—bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai fondasi pencarian talenta lokal untuk kebutuhan tim nasional.
Herdman menonton laga Persib vs Persija pada pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026). Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Persib 1-0 atas Persija, sekaligus menjaga posisi Persib di papan atas paruh musim.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/1/2026), Herdman menilai duel klasik tersebut menjadi gambaran nyata kualitas kompetisi dan kultur sepak bola Indonesia yang tidak bisa dipandang sebelah mata. “Saya pikir kita harus mengakui dan menghargai liga profesional di sini. Saya sempat menonton ‘El Clasico’ Indonesia beberapa hari lalu yang merupakan pertandingan sangat panas dan penuh gairah,” kata Herdman.
Bagi Herdman, mempelajari liga domestik bukan sekadar agenda seremonial. Ia menegaskan, pelatih timnas harus turun langsung memantau kompetisi jika ingin memberi ruang yang adil bagi pemain lokal untuk masuk ekosistem tim nasional. “Pelatih harus menonton langsung liga domestik, kalau tidak maka tidak akan ada harapan bagi pemain lokal,” ujarnya.
Di saat yang sama, Herdman menyebut komunikasi awal dengan pemain inti sudah berjalan. Meski belum semua dilakukan lewat tatap muka, ia mengatakan diskusi dengan kapten dan sejumlah pemain senior menjadi langkah awal untuk membangun keselarasan, mengenal karakter pemain, sekaligus memperkenalkan cara kerja staf pelatih.
Herdman juga mengungkap rencana perjalanan ke Eropa pada akhir Januari atau awal Februari 2026. Kunjungan itu disebut untuk melihat langsung lingkungan latihan pemain diaspora, mendengarkan masukan mereka secara langsung, serta membuka peluang memantau kandidat lain yang dinilai siap memperkuat Timnas Indonesia.
Selain urusan pemantauan pemain, Herdman menyatakan akan segera merampungkan struktur staf kepelatihan. Ia memperkirakan dalam dua hingga tiga pekan ke depan akan ada beberapa penunjukan untuk posisi asisten pelatih dan peran pendukung lainnya, seiring proses internal yang masih berjalan.
Dari perspektif industri olahraga, perhatian pelatih timnas terhadap laga Persib vs Persija menegaskan posisi derby sebagai “aset” kompetisi: magnet audiens, penggerak eksposur liga, sekaligus etalase kualitas pemain lokal. Dalam laga 11 Januari itu, Persib menang 1-0 lewat gol semata wayang, dan hasil tersebut ikut mengunci momentum Persib menutup paruh musim di posisi teratas dengan perolehan poin yang ketat di papan atas.
Dengan agenda pemantauan domestik dan rencana blusukan ke Eropa, Herdman memberi sinyal bahwa proyek timnas akan bertumpu pada dua jalur sekaligus: memperkuat fondasi dari kompetisi lokal dan memaksimalkan opsi pemain diaspora. Namun ia menekankan, kerja utama tetap pada kesiapan pemain menghadapi tuntutan sepak bola modern—yang menurutnya harus dibangun melalui kompetisi profesional yang kompetitif dan terpantau secara serius.