11 January 2026, 14:29

Kaesang Panaskan Mesin PSI: “Jateng Kandang Gajah” untuk 2029, PDIP Menjawab Santai Lewat Hasto

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,351
Kaesang Panaskan Mesin PSI: “Jateng Kandang Gajah” untuk 2029, PDIP Menjawab Santai Lewat Hasto
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang menyerukan Jawa Tengah sebagai kandang gajah. ANTARA FOTO/MONANG SINAGA

JAKARTA, Perspektif.co.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang menggaungkan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”, istilah yang kini dilekatkan dengan PSI. Hasto menilai kontestasi pemilu masih panjang dan menegaskan penentu akhir tetap berada di tangan pemilih.

“Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan ya. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan,” kata Hasto kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). 

Hasto menyampaikan, PDIP saat ini memilih memprioritaskan konsolidasi internal partai sambil membuka ruang kritik dan melakukan evaluasi. Ia menyinggung peringatan HUT ke-53 PDIP yang dijadikan momentum “kritik-otokritik” dan perbaikan organisasi, termasuk memperkuat kerja-kerja kemanusiaan dalam penanganan bencana. 

“PDI Perjuangan melalui peringatan HUT ke-53 ini melakukan kritik otokritik, memperbaiki ke dalam, mempertajam faksis ideologi, dan kemudian ya seperti penanganan bencana. PDI Perjuangan bergerak maksimum, demi kemanusiaan, tanpa mempertimbangkan aspek-aspek mereka memilih siapa,” ujarnya. 

Menurut Hasto, skala prioritas PDIP saat ini adalah memastikan mesin organisasi siap bergerak ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, termasuk saat terjadi bencana. “Situasi saat ini bagi PDI Perjuangan, lebih baik kami berfokus untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam seluruh aspek kehidupan partai sehingga ketika rakyat menghadapi kesulitan seperti bencana kami turun dengan seluruh kekuatan dari partai. Itu yang jadi skala prioritas kami,” katanya. 

Pernyataan Hasto tersebut muncul setelah Kaesang menyatakan target ambisius PSI di Jawa Tengah menjelang Pemilu 2029. Kaesang menggaungkan jargon “kandang gajah” saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Jawa Tengah di Hotel Sunan, Kota Solo, Kamis (8/1/2026). Dalam agenda itu, Kaesang menekankan penguatan struktur partai sebagai kunci pemenangan dan menyebut verifikasi partai pada 2027 sebagai tahapan penting yang mesti disiapkan sejak dini.

“Ketua Dewan Pembina PSI waktu itu sudah bilang, kunci dari kemenangan kita adalah struktur. Jadi saya minta tolong sekali, struktur di Jateng sangat solid, agar Pemilu 2029 kita bisa menang mutlak di Jateng,” kata Kaesang. 

Kaesang juga menyoroti capaian kursi PSI di Jawa Tengah yang menurutnya masih belum memadai untuk provinsi dengan basis pemilih besar. Ia menyebut pada Pemilu 2024 PSI meraih 12 kursi di Jawa Tengah, yang terdiri dari lima kursi DPRD Kota Solo, lima kursi DPRD Kota Semarang, dan dua kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah. “12 ini untuk Jateng terlalu kecil,” ucap Kaesang. 

PSI memasang target menambah kursi tingkat provinsi menjadi 17, dan untuk kabupaten/kota menargetkan minimal satu fraksi terisi. “Target provinsi 17… Kalau kabupaten/kota? Minimal satu fraksi,” ujar Kaesang. Ia bahkan menegaskan slogannya secara terbuka di hadapan kader. “Sanggup nggih 2029, Pemilu selanjutnya Jateng Kandang Gajah… Tempatnya Gajah itu sekarang di sini. PSI hadir untuk masyarakat Jateng,” tegasnya. 

Di luar pernyataan Kaesang, data perolehan suara Pemilu 2024 yang dipaparkan Liputan6 menunjukkan tantangan PSI di Jawa Tengah masih besar. PSI disebut memperoleh 477.883 suara sah atau 2,61% di Jawa Tengah dan hanya mengamankan dua kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah—angka yang masih terpaut jauh dari PDIP yang meraih jutaan suara di provinsi tersebut. 

Di sisi lain, PDIP juga sudah merapikan organisasi di Jawa Tengah. Dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit ditetapkan sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah periode 2025–2030. Posisi sekretaris diisi Sumanto, sementara bendahara dijabat Kaisar Kiasa Kasih Said Putra. Nama Diah Pikatan Orissa Putri Haprani (Pinka Haprani) juga tercatat sebagai salah satu wakil ketua DPD. 

Dengan pemanasan mesin PSI menuju 2029 dan konsolidasi PDIP di wilayah yang selama ini dikenal sebagai “kandang banteng”, tensi persaingan politik di Jawa Tengah diproyeksikan meningkat sejak jauh hari. Namun, sebagaimana ditegaskan Hasto, perebutan label kandang pada akhirnya tetap akan diuji oleh waktu dan keputusan pemilih di bilik suara.

Berita Terkait