03 March 2026, 05:34

Krisis GPU Makin Parah: Nvidia Akui Pasokan Gaming ‘Sangat Ketat’ hingga Dua Kuartal ke Depan

Nvidia memperingatkan pasokan GPU gaming akan sangat ketat dua kuartal ke depan akibat krisis memori dan lonjakan permintaan AI.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
391
Krisis GPU Makin Parah: Nvidia Akui Pasokan Gaming ‘Sangat Ketat’ hingga Dua Kuartal ke Depan
Ilustrasi menggambarkan krisis GPU global 2026: Nvidia, AMD, AI, memori GDDR7, harga naik, pasokan ketat. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Nvidia memperingatkan bahwa pasokan GPU gaming global akan tetap “sangat ketat” setidaknya selama dua kuartal mendatang, setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal IV yang mencapai rekor baru. Situasi ini muncul ketika lonjakan permintaan dari pusat data AI menyedot suplai memori GDDR7 yang seharusnya dialokasikan untuk kartu grafis konsumen, memicu kenaikan harga di berbagai pasar.

Dalam pernyataan terpisah, perusahaan menegaskan bahwa tekanan suplai terjadi karena pelanggan besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memprioritaskan kebutuhan memori untuk infrastruktur AI, bukan untuk GPU gaming. Kondisi ini membuat harga ritel GPU terus merangkak naik dan stok semakin sulit ditemukan.

“Pasokan GPU gaming akan tetap sangat ketat selama beberapa kuartal ke depan,” ujar Nvidia dalam laporan pendapatannya.

Di tengah kekacauan pasar ini, AMD justru bergerak lebih stabil. Seri Radeon RX 9070 dilaporkan hanya mengalami kenaikan harga sekitar 7% secara global, jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga GPU Nvidia. Ketersediaan yang lebih baik membuat AMD berpotensi merebut pangsa pasar dari pesaing utamanya tersebut.

Retailer di berbagai wilayah mengonfirmasi bahwa stok awal RX 9070 yang dijual mendekati MSRP kemungkinan akan segera menghilang, karena pasokan berikutnya diperkirakan datang dengan harga lebih tinggi. Namun, AMD tetap berada dalam posisi yang lebih menguntungkan dibanding Nvidia, yang menghadapi kekurangan stok hampir di seluruh lini RTX 50 Series.

Sejumlah analis menilai bahwa ketidakseimbangan suplai ini dapat berlangsung hingga paruh kedua tahun ini, terutama karena permintaan AI terus melonjak dan produsen memori belum mampu menambah kapasitas produksi secara signifikan. Sementara itu, gamer dan kreator konten harus menghadapi harga GPU yang semakin tidak terjangkau, dengan beberapa model dijual ratusan dolar di atas MSRP—setara dengan kenaikan lebih dari Rp1,5 juta hingga Rp3 juta di pasar Indonesia.

“Stok GPU generasi terbaru dari AMD dan Nvidia kini sama-sama habis, dan banyak varian partner dijual $150 hingga $200 di atas MSRP,” ungkap laporan retailer global.

Kondisi ini mempertegas bahwa krisis GPU belum akan berakhir dalam waktu dekat. Dengan Nvidia yang masih berjuang memenuhi permintaan dan AMD yang mulai merasakan tekanan suplai, pasar GPU diperkirakan tetap bergejolak hingga produsen memori mampu menyeimbangkan kembali distribusi antara kebutuhan AI dan konsumen umum.

Berita Terkait