TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Linux Foundation resmi mengumumkan pembentukan OCUDU Ecosystem Foundation dalam gelaran Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, menandai langkah besar menuju percepatan pengembangan jaringan 5G dan awal 6G berbasis open-source. Inisiatif ini dirancang sebagai pusat kolaborasi global untuk membangun dan mempertahankan platform referensi Radio Access Network (RAN) yang sepenuhnya terbuka dan dapat dioperasikan, termasuk algoritma berbasis AI untuk jaringan generasi berikutnya.
Delapan perusahaan besar—di antaranya AT&T, Ericsson, Nokia, Nvidia, SoftBank, dan Verizon—bergabung sebagai anggota pendiri bersama 21 anggota umum dan 17 institusi riset, memperkuat kolaborasi publik-swasta yang bertujuan membawa teknologi Open RAN dari tahap uji coba menuju implementasi skala produksi.
“Dengan menyatukan upaya global di bawah Linux Foundation, kami membangun platform open-source yang tepercaya dan aman untuk mendorong inovasi nirkabel dekade berikutnya,” ujar Arpit Joshipura, General Manager Networking, Edge, dan IoT di Linux Foundation.
OCUDU sendiri berakar dari pendanaan Departemen Pertahanan AS melalui National Spectrum Consortium dan FutureG Office, yang sebelumnya menunjuk DeepSig dan Software Radio Systems (SRS) untuk mengembangkan perangkat lunak awal. Proyek ini kini berkembang menjadi ekosistem luas yang melibatkan operator, vendor perangkat, penyedia cloud, dan lembaga riset untuk mengintegrasikan komponen penting bagi implementasi 5G dan 6G.
“Inisiatif ini membawa model open-source ke salah satu lapisan paling krusial dari jaringan masa depan: fondasi interoperabilitas RAN berbasis perangkat lunak,” kata Dr. Tom Rondeau, Direktur FutureG.
Linux Foundation menegaskan bahwa OCUDU akan menjadi “Linux of RAN”—sebuah fondasi terbuka yang memungkinkan industri membangun solusi jaringan generasi berikutnya dengan transparansi, keamanan, dan fleksibilitas tinggi. Pendekatan ini juga melengkapi standar global seperti 3GPP dan O-RAN Alliance, serta aliansi industri seperti AI-RAN.
Dengan ambisi menghadirkan “6G in code,” OCUDU diproyeksikan menjadi tulang punggung inovasi jaringan masa depan, membuka jalan bagi layanan AI-native, komputasi terdistribusi, dan arsitektur RAN yang sepenuhnya dapat diprogram.