TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple kembali mengguncang segmen laptop murah setelah merilis MacBook Neo pada 4 Maret 2026, sebuah langkah berani yang menempatkan chip iPhone A18 Pro ke dalam perangkat macOS. Perangkat ini mulai dikirimkan pada 11 Maret dengan harga US$599 (sekitar Rp9,4 juta), atau US$499 (sekitar Rp7,8 juta) untuk pembeli pendidikan. Peluncuran ini langsung memicu perhatian industri setelah hasil benchmark awal menunjukkan performa single‑core yang mendekati level M3 dan M4, sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil untuk laptop kelas entry-level.
Hasil pengujian Geekbench 6 memperlihatkan skor single‑core MacBook Neo berada di kisaran 3461, sangat dekat dengan performa iPhone 16 Pro yang menggunakan chip serupa. Namun, performa multi‑core dan GPU-nya masih tertinggal dari MacBook Air M2 sekitar 45%, sebuah kompromi yang wajar mengingat fokus perangkat ini bukan pada komputasi berat, melainkan penggunaan harian seperti browsing, dokumen, dan streaming.
“A18 Pro di MacBook Neo menawarkan kecepatan single‑core yang mendekati M3 dan M4, menjadikannya sangat kompetitif untuk tugas sehari‑hari,” tulis MacRumors dalam laporan awalnya.
Keputusan Apple menggunakan chip iPhone alih-alih seri M disebut sebagai strategi efisiensi biaya yang cerdas. AppleInsider menilai langkah ini sebagai cara Apple menekan harga tanpa mengorbankan pengalaman pengguna, mengingat arsitektur A‑series dan M‑series sebenarnya berasal dari fondasi desain yang sama.
“Chip A18 Pro membawa DNA yang sama dengan M4, hanya berbeda pada jumlah inti dan tuning untuk perangkat yang lebih besar,” tulis AppleInsider.
Meski bukan ditujukan untuk video editing atau 3D rendering, MacBook Neo justru menunjukkan performa multi‑core yang sedikit lebih tinggi dari M1 dan mendekati M2, menjadikannya salah satu laptop murah paling bertenaga di kelasnya. iDrop News bahkan menyebutnya sebagai bukti bahwa silikon iPhone kini cukup kuat untuk menantang laptop konvensional.
“A18 Pro membuktikan bahwa ‘silicon iPhone’ bukan sekadar chip mobile, tetapi mesin komputasi yang mampu bersaing di laptop,” tulis iDrop News.
Dengan harga yang menekan pasar Chromebook dan laptop Windows murah, MacBook Neo diposisikan Apple sebagai pintu masuk baru bagi pelajar dan pengguna pemula yang menginginkan macOS tanpa harus membayar harga premium. Kombinasi harga agresif, efisiensi daya tinggi, dan performa single‑core yang mengejutkan membuat perangkat ini berpotensi mengubah peta persaingan laptop entry-level global.